Pemerintah Tetapkan Harga Token Listrik Pelanggan PLN Mulai 8 Desember

 

JAKARTA–Pemerintah telah menetapkan harga token listrik untuk seluruh pelanggan PLN yang berlaku pada Senin (8/12/2025) hingga Minggu (14/12/2025).

Token listrik tersebut bisa dibeli dengan nominal beragam sesuai keperluan atau kebutuhan, mulai dari Rp 5.000 sampai dengan Rp 1 juta.

 

Adapun pelanggan prabayar membeli token listrik yang kemudian nantinya dimasukkan ke meteran untuk mendapatkan daya listrik.

Pengonversian ini saat pelanggan memasukkan token ke meteran listrik yang terpasang di rumah. Kemudian akan tertera besaran kWh di meteran tersebut.

 

Ada perbedaan harga token listrik untuk pelanggan keperluan rumah tangga, bisnis, dan industri, serta daya volt ampere (VA) yang diperoleh.

Rincian tarif listrik PLN Berikut ini rincian lengkap tarif dasar listrik PLN yang berlaku pada 8-14 Desember 2025:

Tarif listrik pelanggan rumah tangga:

Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh

Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh

Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh

Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh.

 

Tarif listrik pelanggan bisnis:

Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh

Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.

Tarif listrik pelanggan industri:

Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh.

Tarif listrik keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalanan umum:

Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh

Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh

Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh

Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.

 

Tarif listrik keperluan pelayanan sosial:

Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh

Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh

Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh

Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh

Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh

Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh.

Tarif listrik subsidi pelanggan rumah tangga:

Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh

Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh.

Selain itu, nominal token listrik yang dibeli juga akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah sesuai kebijakan pemerintah setempat.

Misalnya, PPJ Jakarta berikut ini:

Sampai 2.200 VA: 2,4 persen 3.500-5.500 VA: 3 persen 6.600 VA ke atas: 4 persen.

 

Adapun rumus penghitungan besaran kWh yang diperoleh sebagai berikut:

(Nominal token – PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan.

Lebih rinci, berikut besaran kWh yang diperoleh jika beli token Rp 100.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:

Rumah tangga daya 900 VA  (Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan

(Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan Rp 97.600 :

Rp 1.352 = kWh yang didapatkan Rp 97.600 : Rp 1.352 = 72,19 kWh.

 

Rumah tangga daya 1.300-2.200 VA (Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan

(Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan

Rp 97.600 : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan

Rp 97.600 : Rp 1.444,70 = 67,56 kWh.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *