Kantor Perwakilan BI Sulut Bukukan 8.396 Transaksi QRIS Paskah Nasional Hanya Sehari

 

MANADO–Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara atau BI Sulut catat pencapaian gemilang dengan membukukan 8.396 transaksi QRIS Paskah Nasional 2026 hanya dalam satu hari.

Momentum besar ini berlangsung meriah di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Manado, pada Jumat (10/4/2026).

Selain memadati lokasi dengan puluhan ribu jemaat, acara ini menjadi ajang pembuktian bahwa masyarakat Sulawesi Utara semakin adaptif terhadap sistem pembayaran digital yang modern dan efisien.

​Kehadiran sejumlah tokoh nasional turut menambah bobot strategis perayaan persatuan ini.

Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin tampak berbaur dengan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengapresiasi sinergi semua pihak yang berhasil memadukan nilai spiritual dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi sistem pembayaran.

​Pada kesempatan tersebut, BI Sulut menghadirkan 15 UMKM binaan yang menawarkan aneka kuliner dan produk kreatif unggulan.

Bank Indonesia juga meluncurkan program belanja menarik yaitu “Scan QRIS Rp26” untuk menarik minat pengunjung.

Cukup dengan membayar Rp26 secara digital, pengunjung bisa memperoleh voucer belanja UMKM senilai Rp20.000.

Oleh karena itu, antusiasme warga melonjak tajam hingga menciptakan ribuan aktivitas keuangan digital dalam waktu singkat.

​Kepala Tim SP PUR BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, menyebutkan bahwa strategi ini merupakan cara inklusif mengenalkan teknologi.

“Melalui transaksi QRIS sebesar Rp26, masyarakat dapat langsung merasakan manfaat transaksi digital ke produk UMKM.

Antusiasme yang tercermin dari 8.396 transaksi hanya dalam satu hari ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi sudah semakin diterima,” jelas Ircham dengan antusias di area pameran.

​Literasi Keuangan dan Komitmen Penguatan Ekonomi Daerah
​Di samping fokus pada perdagangan, BI Sulut juga membuka ruang edukasi kebanksentralan melalui layanan perpustakaan keliling.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami peran penting bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.

Dengan demikian, perayaan Paskah kali ini berhasil menciptakan dampak ganda, yakni  pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus peningkatan kecerdasan finansial masyarakat secara luas.

​Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, menegaskan bahwa partisipasi mereka memiliki visi jangka panjang bagi daerah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk lebih dikenal masyarakat sekaligus mendorong konsumsi lokal.

Selain itu, momentum Paskah Nasional 2026 menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” ungkap Joko secara optimis.

Keberhasilan ini memperkuat posisi Manado sebagai kota yang siap menghadapi transformasi ekonomi digital masa depan.(*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *