Boltara — Tim Seleksi (Timsel) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Tahun 2026 menegaskan tidak ada perubahan maupun penggantian nama peserta yang dinyatakan lulus sejak hasil diputuskan dalam rapat hingga diumumkan kepada publik.

Penegasan tersebut disampaikan Koordinator Timsel, Sudarmin Humalidi, Jumat (15/5/2026), menanggapi berbagai isu yang berkembang terkait hasil seleksi Paskibraka.

“Nama-nama yang diumumkan itu sudah final sejak disepakati bersama seluruh Timsel dalam rapat bersama panitia sampai dipublikasikan ke masyarakat,” tegas Sudarmin.

Ia menjelaskan, daftar peserta yang dinyatakan lulus disusun berdasarkan perolehan nilai tertinggi hingga terendah sesuai hasil penilaian seleksi.

“Daftar yang sudah beredar di media dan diketahui publik itu diurut berdasarkan skor, mulai dari nilai tertinggi sampai terendah,” jelasnya.

Sudarmin juga membantah tudingan bahwa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melakukan perubahan data menjelang pengumuman hasil seleksi.

“Kesbangpol sama sekali tidak merubah data,” katanya.

Menurutnya, penyebaran peserta yang lulus dari berbagai sekolah dilakukan untuk menghindari kesan marginalisasi terhadap sekolah tertentu. Meski demikian, proses seleksi tetap mengacu pada standar baku yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan, seluruh peserta yang dinyatakan lulus wajib memenuhi syarat utama, yakni parade, kesamaptaan, dan kesehatan.

Sudarmin kemudian mencontohkan proses seleksi Paskibraka tingkat nasional yang juga mempertimbangkan keterwakilan daerah.

“Di Jakarta banyak siswa dengan postur dan kemampuan yang sangat baik. Namun seleksi nasional tetap mempertimbangkan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Prinsip yang sama, lanjutnya, diterapkan dalam seleksi Paskibraka di Boltara dengan tetap memperhatikan rekomendasi dari sekolah-sekolah.

“Kami berusaha mengakomodir calon Paskibraka yang direkomendasikan sekolah, namun tetap harus memenuhi standar penilaian,” katanya.

Terkait isu adanya panitia yang kecewa terhadap hasil seleksi, Sudarmin menegaskan hingga saat ini tidak ada keberatan resmi dari internal panitia.

“Tidak ada panitia yang mempersoalkan hasil seleksi. Kalau ada yang keberatan, mungkin belum memahami standar baku penilaian calon Paskibraka,” ucapnya.

Ia menambahkan, seluruh proses penilaian dilakukan oleh tenaga profesional sesuai bidang masing-masing, termasuk pemeriksaan kesehatan yang melibatkan dokter.

“Peserta yang dinyatakan lulus sudah memenuhi seluruh kriteria. Untuk kesehatan misalnya, kami melibatkan dokter dan hasil diagnosa dokter menjadi rujukan utama dalam penilaian,” pungkasnya.

(Romi)