Bolmut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menyalurkan bantuan sosial bagi 60 anak yatim dan piatu serta masyarakat terdampak bencana alam dan kebakaran rumah.

Bantuan tersebut tepat pada momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Bolmut, Rabu (28/10/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis usai upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmut, Jusnan C. Mokoginta.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan peluncuran Aksi Perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV Tahun 2026.

Bantuan pendidikan diberikan kepada 60 anak yatim dan piatu yang tersebar di enam kecamatan, masing-masing terdiri atas 20 siswa jenjang SD/sederajat, 20  SMP/sederajat, serta tingkat SLTA 20 orang.

Selain itu, pemerintah daerah menyerahkan bantuan sosial kepada korban bencana alam dan kebakaran rumah tinggal.

Bantuan barang juga diberikan kepada tiga remaja dari keluarga kurang mampu yang memiliki keterampilan.

Jusnan, menyampaikan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak serta meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima.

Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang dibacakan Jusnan, menekankan, semangat Sumpah Pemuda harus menjadi landasan bagi generasi muda untuk menjaga persatuan, meningkatkan kompetensi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa di tengah tantangan global.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bolmut Firlia Mokoginta Mokoagow, para asisten, staf ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, Kepala Cabang BSG Boroko, ASN, PPPK, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan pelajar.

Peluncuran Aksi Perubahan PKA Angkatan IV Tahun 2026 ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Sekda Bolmut bersama Ketua DPRD Bolmut.

Pemkab Bolmut menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan generasi muda sebagai agen perubahan sekaligus penggerak pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(Om Theo)