banner 1198x899 banner 1198x899

Iven Demo Day Unsrat, Rektor Berty Berharap Mahasiswa Dapat Buka Lapangan Kerja Sendiri 

 

MANADO–Iven Demo Day Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Kamis (16/11/2023)  dilaksanakan Manado Town Square.

Demo Day  merupakan ajang pameran usaha mahasiswa mulai dari bisnis kuliner, kerajinan tangan, teknologi, sablon kaos dan bisnis lainnya. Ini adalah bagian dari Program Wirausaha Usaha Merdeka (WMK).

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung sampai Sabtu, 18 November 2023. Dalam laporan yang dibacakan Ketua Program Wirausaha Merdeka Janthe Uhing SE, MSi mengatakan terdapat 87 kelompok mahasiswa yang mengikuti program Wirausaha Merdeka. ‘’Setiap kelompok yang terdiri dari 5 orang mahasiswa/mahasiswi ini. Secara keseluruhan ada 412 mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti program ini,” ujarnya.

 

Para mahasiswa ini tersebar di 20 Perguruan Tinggi di Sulawesi Utara (Sulut) dan di Kawasan Timur Indonesia.

Selain mahasiswa Unsrat, para peserta lainnya diantaranya datang dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Unima, UTSU, Unsrit Tomohon, STIE Pioner dan ada dari Perguruan Tinggi dari Bolaang Mongondow sampai Maluku Utara.

“WMK adalah program unggulan dari Kemendikbudristek dan untuk Wilayah Indonesia Timur, Unsrat menjadi penyelenggaranya,” ujar dia.

Sementara itu Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie dalam sambutannya mengatakan sangat bangga dengan ide usaha dari para peserta Demo Day dalam hal ini para mahasiswa yang ada di 20 Perguruan Tinggi di Sulut sampai Maluku Utara.

“Kami harapkan kepada mahasiswa apabila selesai menamatkan kuliah, supaya tidak lagi mencari lapangan pekerjaan, tapi segera membuka usaha bisnis dan membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu Rektor Unsrat kemudian membuka secara resmi kegiatan Demo Day Unsrat Manado.

Rektor Unsrat juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi satu persatu tenant-tenant usaha mahasiswa. Bahkan terpantau dia turut berbelanja kaos sablon buatan mahasiswa, keripik singkong dan topi sinterklas.

Menariknya topi sinterklas yang dibeli Rektor Unsrat merupakan hasil kerajinan tangan seorang mahasiswa Unsrat yang beragama Muslim.

Dr Olivia Syanne Nelwan SE MSi, Kepala Koordinator Pusat Kewirausahaan menambahkan bahwa target mereka tahun depan ada 600 mahasiswa yang mengikuti Program WMK.

“Tahun 2024 Unsrat berharap bisa masuk tahun kedua Program WMK. Sehingga juga kami berharap kuota diperbanyak lagi dari 400 mahasiswa menjadi 600 mahasiswa,” kata dia.

Turut hadir dalam kegiatan ini Gubernur Sulut yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut Rivo Beslar, Dekan FEB Unsrat dan para perwakilan sejumlah kampus di Sulut.(tha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *