Minut  

Sinergi TNI–Polri dan Pemkab Minut Jaga Keamanan Jelang Lebaran, Joune Ganda Apresiasi Kesiapan Personel

Bupati Joune Ganda Saat diwawancara Awak Media.

MINUT, RadarSulut.com- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama Kepolisian Resor Minahasa Utara bersinergi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Hal tersebut terlihat saat Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung di halaman Polres Minahasa Utara, Kamis (12/03).

Apel ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam mengamankan arus mudik maupun perayaan Idul Fitri tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Joune Ganda membacakan amanat Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang menyoroti dinamika global saat ini. Ia menjelaskan bahwa situasi internasional, khususnya konflik yang melibatkan Israel, Palestina, Iran, dan Amerika Serikat, turut berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi fluktuasi harga minyak global yang berpotensi berdampak pada nilai tukar rupiah serta harga sejumlah komoditas di dalam negeri.

“Meski harga minyak dunia sempat mengalami penurunan pada 10 Maret 2026, situasi global masih perlu diwaspadai karena ketegangan internasional belum sepenuhnya mereda,” ujar Bupati.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dan non-blok guna menjaga stabilitas global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian.

Selain itu, pemerintah memastikan stabilitas nasional tetap terjaga melalui kebijakan strategis, termasuk menjaga ketersediaan energi dan bahan pokok masyarakat.

Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional saat ini berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Momentum Idul Fitri juga dinilai sebagai agenda nasional yang mampu mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

“Namun aparat diminta tetap siaga mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Berbagai kebijakan pemerintah seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere diperkirakan turut meningkatkan aktivitas perjalanan masyarakat selama masa mudik,” ungkapnya.

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik maupun arus balik, Polri bersama TNI serta instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Selain pengamanan arus mudik, aparat juga diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, hingga konflik antar warga.

Polri juga mengimbau masyarakat agar melaporkan rumah yang ditinggalkan selama mudik serta memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan di kantor kepolisian untuk meningkatkan rasa aman.

Menutup amanat tersebut, Joune Ganda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga kementerian dan lembaga terkait.

“Terus perkuat soliditas dan sinergi dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan mudik yang aman dan keluarga yang bahagia,” tandasnya seraya menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan serta selamat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah bagi umat Islam yang merayakannya.

(fw)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *