MANADO–Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk menegaskan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin (3/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang menekankan bahwa Hari Anak Nasional bukan hanya peringatan tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen dalam menjamin setiap anak memperoleh haknya secara utuh.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia”, pemerintah mengajak seluruh masyarakat menjadikan perlindungan anak sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga ruang publik dan dunia digital.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, belajar, serta berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya.

“Anak juga harus terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, penelantaran, perundungan, hingga ancaman kejahatan siber yang kini semakin berkembang,”jelasnya.

Lanjut Yulius, pemerintah menilai anak tidak lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, tetapi sebagai subjek yang memiliki hak untuk didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam berbagai proses yang berkaitan dengan masa depan mereka.

Karena itu, perlindungan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Mulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama anak, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah di semua tingkatan,” tukas orang nomor satu di Sulut ini.

Anak-anak juga kata Yulius didorong untuk berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan.

Keberanian melapor dinilai menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

“Sebagai langkah nyata, pemerintah terus memperkuat Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) yang mengintegrasikan upaya pencegahan kekerasan, pemenuhan hak anak, penguatan peran keluarga, perlindungan di ruang digital, serta respons cepat terhadap setiap kasus yang menimpa anak,”tuturnya.

Gerakan tersebut diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang mengajak seluruh lapisan masyarakat mengambil peran aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pemerintah menegaskan bahwa investasi terbaik bangsa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui investasi terhadap kualitas generasi muda.

Anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta memiliki kepedulian sosial diyakini akan menjadi fondasi utama menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutan tersebut juga ditekankan sejumlah nilai yang perlu terus ditanamkan kepada anak-anak Indonesia, yakni berakhlak mulia, bahagia, peduli terhadap sesama, berani, cerdas, bertanggung jawab, memiliki solidaritas, dan merasa aman dalam setiap lingkungan kehidupannya.

Seluruh rangkaian Hari Anak Nasional Tahun 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip ramah anak, partisipatif, kolaboratif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak.

Di akhir sambutan, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Utara untuk terus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan terhadap anak.

Ia juga mengingatkan bahwa negara telah menyediakan layanan SAPA 129 sebagai saluran pengaduan bagi anak maupun masyarakat yang mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak.

Melalui semangat Hari Anak Nasional ke-42, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap lahir generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, terlindungi, serta mampu menjadi penerus pembangunan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.(*)