MANADO–Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Maryke Alelo, MBA, menyampaikan pesan kuat mengenai identitas pendidikan vokasi dalam Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi (PTUV) ke-6 yang digelar di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Jumat (12/6/2026).
Dengan tema “Sinergi Pentahelix: Penguatan Kemitraan Vokasi dan Industri Berkelanjutan”, Maryke menekankan bahwa politeknik harus kembali ke filosofi dasar “Link and Match” atau keterkaitan dan kesepadanan dengan dunia industri.
Dalam sambutannya Maryke memakai analogi unik untuk menggambarkan perjalanan Polimdo selama 36 tahun berdiri.
Ia menyebut hubungan antara politeknik dan industri layaknya sebuah hubungan asmara yang sempat goyah.
Politeknik dibangun dengan filosofi Link and Match. Namun, seperti kekasih lainnya, dalam perjalanan panjang 36 tahun, banyak yang meninggalkan ‘cinta mula-mula’.
“Akibatnya, Polimdo sempat kehilangan arah dan cenderung menjadi arus utama (mainstream) akademik layaknya universitas.
Terutama ketika banyak dosen direkrut dari jalur yang berbeda,” ujar Maryke.
Ia bersyukur karena saat ini Polimdo telah melakukan apa yang ia sebut sebagai “CLBK” atau Come Back Love Kind (kembali ke cinta lama), yakni kembali fokus pada penguatan kompetensi praktis dan kemitraan erat dengan industri, bukan sekadar teori akademik.
Seminar yang menghadirkan dua narasumber unggulan, yaitu Prof. Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, M.Sc., IPU. (Akademisi) dan Ardiansyah Akbar, S.Sn., M.M. (Praktisi Industri).
Ini bertujuan untuk memperkuat sinergi tersebut. Maryke berharap melalui diskusi ini, pola pikir civitas akademika Polimdo semakin tajam dalam merespons kebutuhan industri yang dinamis.(tha)


Tinggalkan Balasan