MANADO–Dinas Pendidikan dan kebudayaan Pemerintah Kota Manado tak menyiapkan anggaran untuk peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Hal tersebut dikatakan Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dr Bart Peter Assa kepada wartawan.
Menurutnya, tahun ini Diknas tidak merekrut peserta O2SN.
“Kami tidak ada anggaran. Tahun lalu juga cuma dua. Mudah-mudahan tahun depan bisa. Tapi tergantung kesiapan anggaran,” ujar Kepala Diknas Manado Bart Peter Assa.
Lanjut Bart Assa, keputusan tidak mengikutsertakan pelajar di olimpiade ini karena Diknas mempertimbangkan sejumlah alasan krusial.
“Alasan paling pertama adalah masalah anggaran. Jadi kami tidak ada anggaran untuk mengikuti perlombaan ini,”tukas Assa.
Pernyataan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Manado seperti dikatakan kadis Dr Bart Peter Asa di sejumlah media,
langsung mendapat tanggapan oleh sejumlah orang tua yang menyiapkan anak-anaknya untuk mengikuti O2SN.
Menurut salah satu orang tua yang meminta namanya tidak disebutkan, dirinya sempat mendapat info bahwa anggaran O2SN kota Manado ada.
Tapi sangat disayangkan ketika kepala dinas menyampaikan tidak ada.
“Inikan sangat janggal, masa sekelas kota Manado tidak bisa menyiapkan anggaran untuk peserta O2SN.
Karena di kabupaten/kota lainnya di Sulut menyiapkan anggaran,”ungkap sumber resmi tersebut.
Ia juga menyebutkan saat ini pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan daerah-daerah lain sedang giat-giatnya menciptakan atlet-atlet sejak usia dini atau pelajar untuk bisa berprestasi di masa akan datang.
“Kami sangat berharap perhatian khusus dari pemerintah kota Manado untuk anak-anak atau pelajar yang sudah serius berlatih.
Untuk mengikuti O2SN dan sebagai prestasi awal untuk mencapai cita-cita mereka sebagai atlet-atlet kedepan, bukan dibiarkan,” ucapnya.
Orangtua tersebut mengatakan, saat ini banyak kasus-kasus kriminal yang dilakukan oleh anak-anak remaja.
Seharusnya ketika ada peluang anak-anak di usia dini atau pelajar ingin berprestasi lewat olahraga, pemerintah harus mendukung.
“Ini sama saja membiarkan anak-anak menjadi “peks-peks” di masa depan, jelas kami sangat kecewa,” ucap sumber.
Informasi yang dihimpun oleh media ini.
Sejumlah cabang olahraga yang sangat menonjol dan bisa berprestasi di tingkat provinsi dan tingkat nasional oleh anak-anak kota Manado yaitu, cabor atletik, silat, renang, badminton dan beberapa cabor lainnya.
(*)


Tinggalkan Balasan