MANADO – Budaya menabung di kalangan pelajar dan mahasiswa di Sulawesi Utara terus menunjukkan pertumbuhan.

Hingga Juni 2026, jumlah rekening Simpanan Pelajar (SimPel) melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) telah mencapai 568.965 rekening, dengan total nominal tabungan sebesar Rp218,08 miliar.

Capaian tersebut disampaikan Kepala OJK SulutGo Robert H.P. Sianipar dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Sulut 2026 yang digelar di Graha Gubernuran, Kamis (20/8/2026).

Robert mengatakan, jumlah rekening SimPel tersebut mengalami peningkatan 10,88 persen atau bertambah 55.817 rekening dibandingkan Juni 2025 yang tercatat sebanyak 513.148 rekening.

Sementara nominal tabungan pelajar meningkat 7,51 persen, atau bertambah sekitar Rp15,23 miliar, dari Rp202,86 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp218,08 miliar pada Juni 2026.

“Capaian ini tentunya patut kita apresiasi bersama,” ujar Robert.

Menurut Robert, pertumbuhan tersebut menjadi modal penting dalam membangun budaya menabung sejak usia dini.

Namun, peningkatan jumlah rekening dan penggunaan layanan keuangan harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat maupun risikonya.

Pasalnya, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan Sulawesi Utara tercatat 69,98 persen, berada di atas rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.

Sementara indeks inklusi keuangan Sulut mencapai 94,37 persen, juga lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada di angka 93,61 persen.

“Masih ada gap yang cukup besar. Masih banyak masyarakat kita yang sudah menggunakan layanan jasa keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya,” kata Robert.

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat penguatan edukasi keuangan menjadi penting.

Khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang merupakan kelompok strategis dalam membangun fondasi ekonomi Indonesia ke depan.

Dalam kegiatan HIM dan BLK Sulut 2026, OJK melibatkan sekitar 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi.

Peserta terdiri dari 80 pelajar SD, 170 pelajar SMP, 615 pelajar SMA/SMK dan 115 mahasiswa. Kegiatan tersebut juga melibatkan 16 industri jasa keuangan, dengan total 44 industri jasa keuangan yang turut terundang.

Robert menjelaskan, pemerintah telah menetapkan Hari Indonesia Menabung setiap 20 Agustus melalui Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 sebagai gerakan untuk menanamkan budaya menabung sejak dini.

Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

 

OJK SulutGo bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong sejumlah program, di antaranya SimPel, Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), serta KEJAR.

Tak hanya mendorong pembukaan rekening, OJK juga terus memperluas edukasi keuangan.

Hingga saat ini, edukasi telah dilakukan sebanyak 119 kali di 12 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 90 ribu orang.

Dari sisi inklusi, telah dilakukan sekitar 41 ribu pembukaan rekening pinjaman baru sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Robert pun mengajak para pelajar dan mahasiswa tidak sekadar memiliki rekening, tetapi mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin.

“Mulailah menabung sekecil apa pun, yang penting konsisten.

Jadilah duta literasi, baik di sekolah, kampus maupun lingkungan.

Ajak teman dan keluarga untuk sama-sama cerdas finansial,” pesannya.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar sekaligus mengelola keuangan secara bijak.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mengajak para pelajar membangun kedisiplinan melalui kebiasaan menabung, meskipun dimulai dari nominal kecil.

“Walaupun kecil, kita mulai belajar disiplin. Salah satunya adalah menabung,” kata Yulius.

Menurutnya, uang saku yang diberikan orang tua dapat disisihkan sebagian secara rutin untuk membentuk kebiasaan menabung.

“Kalau kita dikasih sangu Rp100 ribu, Rp50 ribu atau mungkin Rp1.000, diupayakan dalam satu minggu harus menabung,” ujarnya.

Yulius juga mendorong para pelajar untuk memiliki cita-cita tinggi dan mempersiapkan masa depan sejak sekarang.

“Gantungkan cita-citamu tinggi-tinggi, jangan ragu,” tegasnya.

Puncak HIM dan BLK Sulut 2026 pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi membangun disiplin dan kecerdasan finansial sejak dini sebagai bekal menuju masa depan.(*)