
MANADO–Dekan terpilih Fakultas Peternakan (Fapet) Unsrat periode 2026-2030 Dr Stanly Oktavianus B. Lombogia, S.Pt., M.Si., dalam visi dan misinya
menyampaikan gagasan transformasional yang dipandang mampu membawa Fapet ke posisi strategis di tengah dinamika industri peternakan global.
Berbagai tantangan seperti penerapan kecerdasan buatan (smart farming), tuntutan industri ramah lingkungan (green livestock).
Serta upaya pemenuhan gizi protein hewani nasional menjadi faktor utama yang mendorong perlunya percepatan transformasi.
“Apakah Fakultas Peternakan kita hanya akan menjadi penonton, atau menjadi pemimpin arah perubahan tersebut?” ujar Dr. Ir. Stanly Oktavianus B. Lombogia, S.Pt., M.Si., IPM .
Komitmen yang ditegaskan Stanly adalah membawa Fakultas Peternakan bertransformasi menjadi lembaga unggul, inovatif, mandiri secara finansial, dan bereputasi internasional, tanpa meninggalkan akar kekuatan lokal.
Tiga Pilar Strategis
Program strategis yang ditawarkan dikristalisasikan ke dalam tiga pilar berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi:
Pertama, di bidang Pendidikan, kandidat menawarkan program Fapet Corporate Academy yang mengunci kerja sama strategis dengan industri peternakan skala global.
Program ini bertujuan menyerap lulusan ke pasar kerja sebelum masa kelulusan tiba.
Kedua, di bidang Penelitian, pembangunan Fapet Innovation Hub menjadi prioritas.
Riset dosen dan mahasiswa didorong untuk bertransformasi dari sekadar dokumen akademik menjadi produk komersial berpaten yang teradopsi industri.
Targetnya, peningkatan reputasi internasional melalui publikasi di jurnal Scopus Q1 dan Q2.
Ketiga, di bidang Pengabdian, kehadiran kampus ingin dirasakan langsung masyarakat melalui program Desa Ternak Presisi dan Klinik Ternak Bergerak.
Hal ini untuk membuktikan bahwa kampus adalah menara air, bukan menara gading.
Tata Kelola Digital
Seluruh program strategis akan ditopang pengelolaan dana yang baik dan tata kelola berbasis digital melalui One-Touch Fapet App guna memangkas birokrasi.
Hal ini bertujuan memberikan ruang bagi dosen untuk fokus meneliti dan mengajar tanpa terjebak dalam urusan administratif.
Mengakhiri pemaparannya, kandidat menegaskan bahwa jabatan dekan bukan tentang kekuasaan, melainkan pelayanan untuk memfasilitasi kehebatan seluruh sivitas akademika.
“Perubahan ini tidak bisa saya lakukan sendiri. Saya membutuhkan amanah, kepercayaan, dan kebersamaan dari seluruh anggota Senat,” pungkasnya.
Target ambisius yang dicanangkan adalah membawa Fakultas Peternakan menjadi lembaga yang disegani di Asia Tenggara pada tahun 2030.(tha)

Tinggalkan Balasan