MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui pengembangan Recycling Center yang tak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah kampus.
Tetapi juga menjadi pusat penelitian, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Dian Puspita Sari, S.T., M.Ars, Jumat yang menjelaskan bahwa Recycling Center Polimdo dibangun dengan tujuan utama menangani sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus .
Serta menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen.
“Fokus awal kami adalah mengelola sampah kampus.
Namun lebih dari itu, Recycling Center juga berfungsi sebagai tempat penelitian yang melibatkan berbagai jurusan seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Akuntansi, dan Bisnis,” ujarnya.
Menurut Dian, pengelolaan sampah tidak hanya sebatas mendaur ulang (recycling) atau meningkatkan nilai guna sampah (upcycling).
Tetapi menjadi sarana mengkaji berbagai aspek lingkungan, termasuk perhitungan jejak karbon dari proses pengolahan sampah.
Melalui pusat daur ulang tersebut, Polimdo dapat memetakan jenis-jenis sampah yang terkumpul.
Serta mengetahui volume residu yang tak dapat diolah, juga mengidentifikasi potensi pemanfaatan berbagai material selama ini dianggap tidak bernilai.
“Kami belajar banyak dari data sampah yang terkumpul.
Ternyata ada jenis sampah yang bisa diolah dan ada yang tidak bisa ditangani dengan fasilitas yang kami miliki saat ini.
Dari situ muncul peluang penelitian dan pengembangan teknologi baru,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, Polimdo juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal.
Termasuk perusahaan pengelola sampah seperti Manado Recycling Co.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif melalui pembagian peran sesuai kapasitas masing-masing.
Saat ini proses pengelolaan sampah di kampus dimulai dari pengumpulan oleh petugas cleaning service.
Kemudian sampah dibawa ke Recycling Center untuk dipilah berdasarkan jenisnya.
Sampah plastik yang akan didaur ulang harus melalui proses pembersihan, pelepasan label.
Dan pemisahan bagian-bagian tertentu agar memenuhi standar pengolahan.
Ke depan, Polimdo berencana memperluas cakupan program melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk bekerja sama dengan kelurahan-kelurahan di sekitar kampus, khususnya wilayah Buha.
Selain itu, Recycling Center juga diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah di Kota Manado melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P. Makinggung, SE., M.Si, menegaskan kampus vokasi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan industri.
Tetapi juga harus menjadi pusat solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha.
“Politeknik Negeri Manado harus menjadi sentral solusi.
Hasil pembelajaran mahasiswa berupa inovasi dan teknologi harus mampu menjawab permasalahan yang ada di industri maupun masyarakat,” kata Juliet.
Ia mengapresiasi berbagai karya inovatif mahasiswa yang telah dimanfaatkan oleh industri, instansi pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
” Dampak nyata dari hasil karya mahasiswa merupakan bukti keberhasilan pendidikan vokasi yang berbasis kebutuhan lapangan,”jelas Juliet
Juliet juga menyambut baik kerja sama dengan SMK Negeri 2 Manado yang mulai mengadopsi berbagai produk dan inovasi hasil karya mahasiswa Polimdo.
” Kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi vokasi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,”tutupnya.(tha)


Tinggalkan Balasan