MINAHASA UTARA–Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyoroti capaian realisasi investasi Sulawesi Utara pada triwulan I 2026 yang masih jauh dari target.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Capacity Building Penyiapan Teknis dan Substantif Proyek Investasi dalam rangka North Sulawesi Investment Challenge (NSIC) 2026 yang digelar di Sentra Hotel Minahasa Utara, Rabu (17/6/2026).

Joko mencatat pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan I  tahun 2026 sebesar 5,54 persen masih berada di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Kondisi ini, menurutnya, menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk lebih agresif mendorong masuknya investasi ke daerah.

“Realisasi investasi Sulawesi Utara pada triwulan I 2026 baru mencapai sekitar 18 persen dari target tahunan sebesar Rp12,13 triliun,” tutur Joko.

“Ini menjadi tantangan yang harus segera dijawab melalui penguatan kualitas proyek investasi dan peningkatan daya tarik daerah bagi investor,” ujarnya.

Melalui Regional Investor Relations Unit (RIRU), Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus mempersiapkan proyek-proyek investasi yang berstatus ready to offer dan clean and clear agar layak dipromosikan kepada calon investor.

Joko menyebut sejumlah proyek unggulan hasil NSIC 2025 yang telah mendapat pendampingan, antara lain Kawasan Industri Perikanan Sangihe, Pelabuhan Perikanan Talaud.

Selain itu, ada juga pengembangan layanan hemodialisa, serta proyek angkutan umum massal Buy The Service (BTS) Manado yang diklaim menunjukkan perkembangan paling signifikan.

Berbagai proyek tersebut juga telah difasilitasi untuk studi banding, konsultasi teknis, hingga penjajakan pembiayaan bersama kementerian, lembaga, dan mitra strategis nasional guna memperkuat aspek kelayakan dan kesiapan investasi.(tha)