KOTAMOBAGU, RadarSulut.com– Suasana duka mendalam menyelimuti ajang Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026. Insiden tabrakan tragis terjadi di ruas Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Minggu (09/8), hingga merenggut korban jiwa.

Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, turun langsung meninjau kondisi para korban di Rumah Sakit Kotamobagu dan Rumah Sakit Monompia. Ia melihat langsung kondisi korban yang meninggal dunia maupun peserta yang menjalani perawatan akibat luka-luka.

Kehadiran Weny menjadi bentuk perhatian dan empati Pemerintah Kota Kotamobagu terhadap para korban dan keluarga yang terdampak peristiwa memilukan tersebut.

Ajang balap yang berlangsung sejak 6 hingga 9 Agustus 2026 itu sebelumnya dipadati ratusan peserta pembalap dan ribuan penonton. Mereka memadati sirkuit nonpermanen yang berada di ruas jalan utama tersebut.

Namun, musibah terjadi saat perlombaan tengah berlangsung. Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, insiden nahas tersebut menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.

Tim medis bersama aparat keamanan yang telah disiagakan sejak awal kegiatan langsung bergerak melakukan evakuasi dan memberikan penanganan pertama kepada para korban di lokasi kejadian.

Menyikapi peristiwa tersebut, Weny Gaib menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia juga menegaskan seluruh rangkaian kegiatan balap langsung dihentikan.

“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Namun yang menjadi prioritas utama saat ini adalah penanganan korban, baik yang meninggal dunia maupun yang sedang dirawat di rumah sakit. Untuk perlombaan sudah tidak dilanjutkan, kami hentikan,” tegas Weny.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Weny menjelaskan bahwa proses perizinan sebelumnya telah mengikuti prosedur yang berlaku.

“Sebelum diterbitkan izin dari pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan, sudah ada rekomendasi dari pihak berwenang, serta pemeriksaan menyeluruh termasuk dari Ikatan Motor Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Lucky Sugeha, menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan terkait penyebab insiden kepada pihak kepolisian.

“Kami serahkan sepenuhnya penanganan insiden ini kepada pihak kepolisian, yang nantinya akan dijelaskan secara rinci dalam konferensi pers. Kami tetap bertanggung jawab dan berjanji akan mengunjungi serta memberikan bantuan bagi seluruh keluarga korban,” ujar Lucky.

Sejak awal pelaksanaan kegiatan, kepolisian telah menempatkan personel di sejumlah titik untuk melakukan pengamanan dan menjaga keselamatan seluruh pihak yang berada di lokasi.

Tragedi tersebut menjadi sorotan masyarakat sekaligus pengingat bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan yang memiliki tingkat risiko tinggi, meski mendapat antusiasme besar dari masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, data pasti jumlah korban masih dalam proses pendataan resmi oleh pihak berwenang. Redaksi akan terus memantau perkembangan informasi dan menyajikan pembaruan terkait peristiwa tersebut.

(Red)