KOTAMOBAGU, RadarSulut.com – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Organisasi Perempuan yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Kamis (02/7).

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu menyampaikan apresiasi kepada para ketua dan pengurus organisasi perempuan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai organisasi perempuan merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun perlindungan bagi perempuan dan anak.

Ia menegaskan, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan individu maupun urusan internal keluarga semata. Menurutnya, kekerasan merupakan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara bersama-sama.

“Ini adalah persoalan sosial yang memerlukan perhatian dan penanganan bersama secara serius. Dampak dari kekerasan tidak hanya meninggalkan luka fisik yang terlihat, melainkan juga trauma psikologis mendalam yang berkepanjangan dan dapat mengancam masa depan korban,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dampak kekerasan dapat mengganggu tumbuh kembang anak, menurunkan kualitas hidup korban, hingga berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial baru di tengah masyarakat.

Karena itu, TP-PKK mendorong upaya pencegahan dan penanganan dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan melibatkan pemerintah, organisasi perempuan, lembaga masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat secara luas.

Dalam upaya tersebut, organisasi perempuan dinilai memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan melindungi anak.

“Kita mungkin berangkat dari latar belakang organisasi, program, dan pendekatan yang berbeda-beda. Namun, sejatinya kita memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menghadirkan perlindungan, rasa aman, serta masa depan yang lebih baik bagi perempuan dan anak di Kotamobagu,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan terbangun pola kerja sama yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan antarorganisasi perempuan. Kekuatan kolektif berbagai organisasi diyakini mampu memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan upaya yang dilakukan secara sendiri-sendiri.

Ketua TP-PKK juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perlindungan perempuan dan anak sebagai gerakan bersama.

“Ketika perempuan terlindungi dengan baik dan anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman, maka sejatinya kita sedang mempersiapkan dan membangun generasi masa depan daerah yang berkualitas serta berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kotamobagu serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan rapat koordinasi tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar.

(Red)