KOTAMOBAGU, RadarSulut.com – SMP Negeri 4 Kotamobagu kembali menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu sekolah yang konsisten menerapkan pendidikan berbasis lingkungan. Keberhasilan tersebut menarik perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk melakukan kunjungan studi tiru program Adiwiyata, Kamis (09/7).
Rombongan lintas daerah tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boltim. Kunjungan dilakukan untuk mempelajari secara langsung berbagai strategi dan tata kelola lingkungan yang telah diterapkan secara konsisten di SMP Negeri 4 Kotamobagu.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak melihat berbagai fasilitas serta inovasi ramah lingkungan yang dikelola oleh pihak sekolah bersama para siswa.
Sejumlah program yang menjadi perhatian di antaranya pengelolaan sampah mandiri melalui sistem pemilahan sampah yang dilakukan secara terstruktur, mulai dari sumber hingga proses pengelolaannya.
Selain itu, SMP Negeri 4 Kotamobagu memiliki taman edukasi hijau dengan memanfaatkan lahan sekolah menjadi ruang hijau yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa.
Sekolah tersebut juga menerapkan kurikulum berbasis lingkungan dengan melibatkan siswa secara aktif dalam berbagai kegiatan dan aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan,” ujar Kepala SMP Negeri 4 Kotamobagu, Erni Mokodompit.
Erni menjelaskan, predikat sebagai sekolah Adiwiyata bukanlah hasil yang diperoleh secara instan, melainkan buah dari komitmen bersama seluruh warga sekolah. Sinergi antara guru, siswa, serta dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa pihak sekolah terbuka untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sekolah maupun pemerintah daerah lainnya demi mendorong kemajuan pendidikan lingkungan di Sulawesi Utara.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Kami berharap inovasi yang ada di SMP Negeri 4 Kotamobagu dapat diadaptasi dan dikembangkan di sekolah-sekolah lain,” katanya.
Kunjungan studi tiru tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan inspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi antardaerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang peduli dan berwawasan lingkungan.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, upaya menciptakan lebih banyak sekolah ramah lingkungan di Sulawesi Utara diharapkan dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi generasi muda.
(Red)



Tinggalkan Balasan