Boltara — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut/Boltara) menghadirkan Aplikasi SIDAK ASN sebagai sarana absensi digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Aplikasi tersebut kini tersedia melalui Google Play Store, sehingga dapat diunduh dan digunakan melalui perangkat Android.

Kehadiran aplikasi ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi sistem kehadiran ASN sekaligus memberikan kemudahan dalam melakukan pencatatan absensi.

SIDAK ASN dirancang dengan sejumlah fitur utama yang mendukung proses absensi secara digital.

Salah satunya adalah absensi berbasis pengenalan wajah (face recognition) yang memungkinkan proses pencatatan kehadiran dilakukan secara lebih cepat dan akurat.

Selain menggunakan verifikasi wajah, aplikasi ini juga menerapkan sistem berbasis lokasi.

Fitur tersebut memungkinkan sistem memastikan kehadiran ASN dilakukan pada lokasi yang sesuai, sehingga pencatatan absensi tidak hanya bergantung pada waktu kehadiran, tetapi juga mempertimbangkan posisi pengguna saat melakukan absensi.

Dari sisi keamanan, SIDAK ASN juga mengusung sistem yang diklaim aman dan terpercaya dengan perlindungan terhadap data pengguna.

“Hal ini menjadi aspek penting mengingat aplikasi digunakan untuk mengelola data kehadiran ASN secara digital,” ujar Kepala BKPSDM Mirwan Datukramat, Rabu (2/9/2026).

Dorong Disiplin dan Efisiensi Kehadiran ASN

Pemanfaatan aplikasi SIDAK ASN tidak sekadar mengubah absensi dari sistem konvensional ke digital.

Menurut Mirwan, sistem tersebut menjadi barometer Pemkab Boltara untuk melakukan pemantauan kedisiplinan serta administrasi kehadiran ASN.

“Sistem ini juga dapat menjadi instrumen pendukung bagi pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan kedisiplinan dan administrasi kehadiran ASN secara lebih terukur,” lanjut Mirwan.

Dengan pencatatan berbasis wajah dan lokasi, data kehadiran dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan kedisiplinan ASN.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual serta memberikan kemudahan dalam proses pemantauan kehadiran.

Bagi ASN, penggunaan aplikasi juga memberikan kemudahan karena proses absensi dapat dilakukan melalui masing-masing telepon seluler.

Selain play store, pengguna juga dapat mengakses tautan aplikasi melalui s.id/sidakboltara atau memindai kode QR yang tercantum pada materi sosialisasi BKPSDM.

Kehadiran SIDAK ASN menunjukkan transformasi digital mulai diarahkan tidak hanya pada pelayanan publik, tetapi juga pada pembenahan tata kelola internal pemerintahan.

“Dengan sistem absensi ini, kami berharap terciptanya administrasi kepegawaian yang lebih tertib, efisien, dan akuntabel,” tutup Mirwan.

(Om Theo)