Boltara – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat semangat dakwah dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Tahun Baru Hijriah tingkat Kabupaten Boltara yang dipusatkan di masjid Al-Ikhsan desa Binjeita Kecamatan Bolangitang Timur, Senin malam (15/06/2026).
Menurutnya, semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah bukan semata-mata mencari kenyamanan hidup, melainkan untuk memperjuangkan dakwah Islam.

Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, kualitas sumber daya manusia, maupun kecanggihan birokrasi, tetapi juga oleh kedekatan masyarakat dengan nilai-nilai agama.
“Percuma kita punya program yang hebat, anggaran yang besar, dan aparat yang pintar jika kita jauh dari masjid dan jauh dari dakwah Rasulullah SAW,” ujarnya.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, Bupati memaparkan upaya pemerintah daerah dalam memperjuangkan pembangunan melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir dirinya aktif melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian di Jakarta untuk mencari dukungan program pembangunan bagi Boltara.

Menurutnya, ruang fiskal daerah sangat terbatas karena sebagian besar APBD digunakan untuk belanja pegawai, transfer ke desa, serta pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
“Kalau kepala daerah hanya diam di kantor, tidak akan ada yang bisa diperjuangkan. Karena itu saya harus ke Jakarta untuk mengetuk pintu kementerian dan menyinergikan program daerah dengan program pemerintah pusat,” jelasnya.
Sirajudin mengatakan, sejumlah kementerian telah memberikan respons positif terhadap berbagai usulan program yang diajukan Pemerintah Kabupaten Boltara.

Di pihak lain, Sirajudin, mengaku telah menerima arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), agar menyediakan lahan Delapan hingga 10 hektare untung pembangunan sekolah terintegrasi.
Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp200 miliar dan akan mencakup jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan pembangunan Sekolah Rakyat melalui Kementerian Sosial yang memerlukan dukungan ketersediaan lahan.
Bupati berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung program-program pembangunan yang sedang diperjuangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Boltara.

“Kami terus berupaya menghadirkan program-program strategis untuk daerah. Dukungan masyarakat sangat penting agar berbagai peluang pembangunan ini dapat terwujud,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan biaya akhir studi kepada 111 penerima masing-masing sebesar Lima juta rupiah, yang diwakili oleh Empat orang.
Selain itu, diserahkan pula bantuan biaya kelangkaan profesi kepada Tiga penerima masing-masing 25 juta rupiah.
Hadir pada acara itu, unsur Polri, unsur Kejari Boltara, Kakan Kemenhaj Boltara, para pimpinan OPD, Camat Bolangitang Timur serta para Sangadi di kecamatan tersebut. (Advetorial)
(Romi Lantapa)


Tinggalkan Balasan