MANADO–Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra. Mareyke Alelo, MBA, menyambut hangat langkah strategis Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara yang merangkul perguruan tinggi vokasi dan kesehatan dalam upaya memperluas peluang kerja luar negeri yang aman dan terlindungi bagi lulusan.

Dalam sambutannya, Mareyke menegaskan bahwa institusi politeknik didirikan dengan filosofi dasar untuk membangun keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Kerja sama dengan BP3MI dianggap sebagai jawaban atas kerinduan panjang pihak politeknik yang selama ini berkeinginan mengirim lulusannya berkarier di kancah internasional.

“Kami sangat merindukan anak-anak kami dapat memiliki pengalaman internasional.

Ruang kelas memiliki keterbatasan dalam memberikan ruang pembelajaran.

Sementara bekerja di luar negeri dapat membentuk kompetensi, rasa percaya diri, daya tahan, hingga kemampuan menyelesaikan masalah,” ujar Mareyke.

Ia juga menyoroti pentingnya payung hukum yang kuat dalam proses pengiriman tenaga kerja maupun magang ke luar negeri.

Menurutnya, tanpa pendampingan dan jaminan hukum dari lembaga resmi seperti BP3MI, perguruan tinggi sering kali berada dalam posisi yang mengkhawatirkan (harapan-harapan cemas) terkait isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Melalui penandatanganan kerja sama ini, diharapkan adanya kepastian dan perlindungan hukum yang lebih jelas bagi para mahasiswa dan lulusan politeknik.

Langkah kolaboratif ini juga diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi daerah, khususnya dalam menurunkan angka pengangguran di Sulawesi Utara dan sekitarnya.(*)