Kotamobagu, RadarSulut.com – Pemerintah Kota Kotamobagu resmi merampungkan rangkaian evaluasi kinerja aparatur desa dan kelurahan yang dilaksanakan secara marathon mulai dari wilayah Kotamobagu Timur, Selatan, Barat hingga berakhir di Kecamatan Kotamobagu Utara, Senin (20/4).
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik di tingkat desa dan kelurahan berjalan secara profesional, terukur, dan transparan.
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, SSTP., M.E., menegaskan bahwa indikator utama dalam penilaian tidak hanya berfokus pada administrasi semata, tetapi juga menyangkut integritas dan loyalitas aparatur terhadap tugas dan tanggung jawab pelayanan masyarakat.
“Di sinilah integritas dan loyalitas diuji ketika dihadapkan pada pilihan antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab terhadap tugas. Sangadi dan Lurah harus mampu menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama,” tegas Sahaya.
Menurutnya, loyalitas tanpa komitmen nyata hanya akan menjadi formalitas dalam birokrasi pemerintahan.
Ia juga menekankan bahwa seluruh aparatur wajib menjalankan arah kebijakan pemerintah daerah secara disiplin dan penuh tanggung jawab.
“Kepatuhan kepada pimpinan adalah bagian dari disiplin organisasi. Kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah kota harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Dalam arahannya, Sahaya turut mengingatkan pentingnya etika dan nilai moral dalam menjalankan amanah jabatan sebagai pelayan masyarakat.
“Ketika komitmen dinodai, maka yang hilang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga kehormatan, integritas, dan nilai diri. Pada titik itu, seseorang kehilangan dasar untuk menjalankan tugas secara bermakna,” lanjutnya.
Evaluasi menyeluruh tersebut juga menjadi instrumen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam memetakan kondisi riil kinerja aparatur di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus sebagai dasar pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya aparatur.
Melalui proses evaluasi yang objektif ini, pemerintah daerah berharap lahir aparatur yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemkot Kotamobagu menilai bahwa keberhasilan seorang pemimpin wilayah bukan hanya dilihat dari jabatan yang diemban, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
(red)

Tinggalkan Balasan