KOTAMOBAGU, RadarSulut.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bergerak cepat menyikapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi yang terjadi belakangan ini.

Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., memimpin langsung pertemuan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Kerja Wali Kota Kotamobagu, Kamis (02/7).

Pertemuan tersebut digelar untuk memetakan persoalan sekaligus merumuskan langkah konkret guna memastikan ketersediaan dan distribusi energi bagi masyarakat kembali berjalan normal.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Weny mengatakan pembahasan tidak hanya menyangkut ketersediaan solar bersubsidi, tetapi juga sejumlah jenis BBM lainnya serta LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram.

“Kami bertemu dengan Forkopimda membahas isu kelangkaan bahan bakar, khususnya Pertalite, Pertamax, Dexlite, di samping Solar yang bersubsidi. Kami juga membahas mengenai isu kelangkaan gas LPG bersubsidi,” ujar Weny.

Pemerintah Kota Kotamobagu saat ini tengah mendalami berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya fluktuasi stok BBM dan LPG di lapangan. Sejumlah langkah strategis juga sedang disiapkan untuk memastikan pasokan energi kembali stabil serta penyalurannya tepat sasaran.

Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan spekulatif yang dapat memperburuk kondisi, termasuk melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada pemerintah untuk melakukan koordinasi dan penertiban terhadap berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.

“Dukungan dan doa dari masyarakat sangat dibutuhkan agar Pemkot dapat menjalankan tugas pelayanan dan memenuhi kebutuhan energi publik secara optimal,” pungkasnya.

Pemkot Kotamobagu memastikan persoalan ketersediaan BBM dan LPG bersubsidi akan terus menjadi perhatian, dengan mengedepankan koordinasi bersama seluruh pihak terkait demi menjaga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

(Red)