KOTAMOBAGU, RadarSulut.com– Duka mendalam yang menyelimuti Kota Kotamobagu pascatragedi maut arena drag race di Kelurahan Upai menjadi perhatian penuh Pemerintah Kota Kotamobagu.

Sebagai wujud empati dan penghormatan terhadap para korban, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib mengimbau seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk membatasi perayaan selebratif serta meniadakan kegiatan keramaian berlebihan dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia tahun ini.

Penegasan tersebut disampaikan Weny Gaib usai memimpin rapat koordinasi persiapan HUT RI bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kotamobagu, Selasa (11/8).

Insiden tragis dalam ajang balap di Kelurahan Upai tersebut menelan delapan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah warga lainnya mengalami luka berat maupun ringan. Berdasarkan data kepolisian, total korban mencapai 17 orang, terdiri atas delapan korban meninggal dunia, delapan korban luka berat, dan satu korban luka ringan.

Sebagian korban luka masih menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Monompia Kotamobagu dan Rumah Sakit Prof. Kandou Manado.

Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, Weny kembali menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan mendampingi masyarakat dalam menghadapi masa sulit tersebut.

“Pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita,” kata Weny.

Menurutnya, pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada penyaluran bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia serta pengawalan penanganan medis bagi warga yang masih menjalani perawatan.

“Saat ini, fokus dan konsentrasi penuh pemerintah daerah adalah memastikan bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia terdistribusi dengan baik, serta mengawal penanganan medis bagi warga kita yang masih berjuang untuk pulih di Rumah Sakit Prof. Kandou Manado dan Rumah Sakit Monompia,” jelasnya.

Berangkat dari kondisi duka tersebut, Wali Kota mengambil kebijakan untuk membatasi kegiatan hiburan yang berpotensi menimbulkan euforia dan keramaian berlebihan di tengah masyarakat.

Ia menilai momentum peringatan kemerdekaan tahun ini harus disikapi secara bijak agar tidak melukai perasaan keluarga korban yang sedang berkabung.

“Berhubungan dengan agenda keramaian yang biasanya rutin digelar menjelang 17 Agustus, untuk tahun ini secara tegas kita batasi,” tegas Weny.

“Langkah ini kami ambil demi menjaga suasana kebatinan dan menghormati perasaan keluarga masyarakat Kota Kotamobagu dan sekitarnya yang sedang tertimpa musibah,” lanjutnya.

Weny menegaskan, agenda pokok peringatan kemerdekaan tetap dilaksanakan. Namun, kegiatan hiburan dan keramaian akan dikurangi sebagai bentuk tenggang rasa serta penghormatan kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Pada dasarnya agenda pokok kemerdekaan tetap berjalan, namun kegiatan hiburan keramaian kita kurangi agar kita semua bisa tetap menjaga tenggang rasa dan rasa empati,” pungkasnya.

(Red)