Kotamobagu, RadarSulut.com – Edukasi mengenai pencegahan stunting tidak selalu harus dilakukan melalui forum formal. Dengan mengusung konsep santai yang dekat dengan kalangan anak muda, Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu menghadirkan kegiatan Talk Show “Ngobrol Sehat Soal Stunting” di kawasan Kopi Street Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Sabtu malam (23/05).

Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Kerja (Pokja) IV TP-PKK Kotamobagu tersebut menjadi wadah edukasi kesehatan sekaligus ruang interaksi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, dan pencegahan stunting sejak dini.

Suasana halaman Kampus UDK tampak ramai dan penuh antusiasme. Puluhan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat mengikuti jalannya diskusi yang dikemas secara interaktif dan ringan, sehingga materi kesehatan dapat lebih mudah dipahami oleh kalangan muda.

Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan stunting, tetapi juga sebagai wujud perhatian terhadap perkembangan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mahasiswa yang beraktivitas di kawasan Kopi Street.

Dalam kegiatan itu, dua Duta Cegah Stunting Putra dan Putri Kotamobagu, Chrismart Imanuel Jourdan Palenewen dan Megrisa Hidayat Lesena, tampil sebagai moderator. Keduanya diketahui merupakan generasi muda berprestasi yang aktif mengampanyekan pentingnya pencegahan stunting di daerah.

Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Lussiana M. Maramis, M.Kes dan Putri Damayanti Potabuga, S.IP., M.Si. Keduanya membahas berbagai aspek pencegahan stunting, mulai dari pemenuhan gizi, pola hidup sehat, hingga pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja.

Untuk meningkatkan partisipasi peserta, Ketua TP-PKK Kotamobagu juga menggelar sesi kuis interaktif terkait materi yang telah disampaikan. Berbagai hadiah hiburan hingga uang tunai diberikan kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Kuis dibagi dalam dua kategori, yakni untuk pelajar dan mahasiswa serta kategori umum bagi seluruh pengunjung yang hadir. Suasana semakin meriah ketika peserta berlomba-lomba menjawab pertanyaan yang diberikan.

Di sela kegiatan, Rindah Gaib Mokoginta juga menyempatkan diri mengunjungi dan berdialog dengan para pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Kopi Street.

“Kalau dari saya, ini saya baru pertama kali mengunjungi UMKM yang ada di sini. Tentunya saya sangat men-support para pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pelaku usaha untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi dalam usaha yang dijalankan.

“Nah, teruslah berkarya, berkreasi, berinovasi. Dan ini adalah motor penggerak ekonomi keluarga. Jadi tentunya saya sangat men-support UMKM-UMKM yang ada di sini,” tambahnya.

Terkait tema utama kegiatan, Ketua TP-PKK menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak usia remaja. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mempersiapkan kualitas kesehatan keluarga di masa depan.

“Pencegahan stunting itu garis start-nya ada di tangan adik-adik remaja saat ini. Pola hidup sehat, pemenuhan gizi yang seimbang, serta pemahaman tentang kesehatan reproduksi harus dipahami sejak dini,” jelasnya.

Kegiatan tersebut dinilai sukses memadukan edukasi kesehatan dengan konsep hiburan yang dekat dengan generasi muda. Melalui pendekatan yang lebih santai dan komunikatif, pesan mengenai pentingnya pencegahan stunting diharapkan dapat diterima lebih luas oleh kalangan milenial dan Gen Z di Kota Kotamobagu.

(red)