KOTAMOBAGU, RadarSulut.com– Usai menghadiri pemakaman salah satu korban meninggal dunia, Nilawati Mokodongan, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., bersama Wali Kota Kotamobagu dan unsur Forkopimda membesuk para korban luka insiden drag race di Rumah Sakit (RS) Monompia Kotamobagu, Senin (10/8).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa Polda Sulawesi Utara resmi mengambil alih penanganan kasus kecelakaan maut itu dari Polres setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas proses penegakan hukum.
“Penyelidikan mendalam sedang berlangsung. Saya akan menarik kasus ini supaya kita lebih terbuka dan akuntabilitas penegakan hukum betul-betul dilaksanakan,” tegas Roycke saat memberikan keterangan pers di RS Monompia Kotamobagu.
Kapolda mengungkapkan, hingga saat ini tim penyidik telah memeriksa lima orang saksi, termasuk pengemudi kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut. Pengemudi dinilai berpotensi ditetapkan sebagai tersangka apabila penyidik menemukan unsur kealpaan.
Selain pengemudi, Polda Sulut juga akan memanggil dan memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk panitia penyelenggara kegiatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengevaluasi penerapan mekanisme dan prosedur keselamatan selama pelaksanaan ajang drag race.
“Semua pihak akan kita periksa, kita lihat alurnya dari panitia penyelenggara, apakah mekanisme diikuti atau tidak. Namun, kita tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” ujar Kapolda.
Berdasarkan data resmi kepolisian, total korban dalam musibah tersebut berjumlah 17 orang. Rinciannya, delapan orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif, serta satu orang mengalami luka ringan.
Insiden kecelakaan maut itu terjadi saat ajang Open Tournament Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026 berlangsung di ruas Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Minggu (9/8). Kegiatan yang berlangsung sejak 6 hingga 9 Agustus 2026 tersebut diikuti ratusan pembalap dan disaksikan ribuan penonton.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban meninggal dunia. Ia juga mendoakan kesembuhan bagi para korban yang masih menjalani perawatan.
Roycke turut mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Kotamobagu, Dandim, dan Kapolres dalam menangani situasi pascamusibah.
“Ini adalah kejadian di luar dugaan kita bersama. Mari kita jadikan ini sebagai proses pembelajaran, tetap bersatu padu, dan saling bergandengan tangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Lucky Sugeha, menyatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.
“Kami serahkan sepenuhnya penanganan insiden ini kepada pihak kepolisian, yang nantinya akan dijelaskan secara rinci dalam konferensi pers. Kami tetap bertanggung jawab dan berjanji akan mengunjungi serta memberikan bantuan bagi seluruh keluarga korban,” ujar Lucky.
(Red)



Tinggalkan Balasan