MANADO—Kepemimpinan Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay benar-benar dibuktikan dengan bergairahnya sektor pariwisata Sulawesi Utara. Hal tersebut  menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan sepanjang Maret 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 11.517 kunjungan atau naik 161,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi sinyal positif terhadap pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata di Sulawesi Utara yang terus menunjukkan geliat kuat.

BPS Sulut menyebut wisatawan asal Korea Selatan masih mendominasi kunjungan ke daerah Nyiur Melambai tersebut dengan kontribusi sebesar 36,24 persen. Disusul wisatawan asal Tiongkok sebesar 35,37 persen dan Australia sebesar 7,93 persen.

Tak hanya sektor kunjungan internasional, indikator pendukung pariwisata lainnya juga mengalami peningkatan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sulawesi Utara pada Maret 2026 tercatat sebesar 43,28 persen atau naik 9,82 poin dibanding Maret tahun lalu.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1.295.077 perjalanan atau tumbuh 35,66 persen secara tahunan. Sedangkan jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) tercatat sebanyak 1.502 perjalanan atau naik 23,93 persen dibanding Maret 2025.

 

Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, menilai tren kenaikan tersebut menjadi indikator positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan jasa pendukung lainnya. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan dapat berdampak langsung pada okupansi hotel, transportasi, kuliner hingga pelaku UMKM pariwisata di Sulut.

Meski demikian, BPS mencatat rata-rata lama menginap wisatawan di hotel berbintang masih relatif singkat yakni sekitar 1,66 hari. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan pariwisata didorong untuk memperkuat paket destinasi dan layanan wisata agar wisatawan tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.