KOTAMOBAGU, RadarSulut.com– Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi perhatian Pemerintah Kota Kotamobagu. Untuk mengantisipasi persoalan distribusi dan meredam isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemkot menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pengelola SPBU se-Kota Kotamobagu, Kamis (3/9).

Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Asisten II Setda Kotamobagu itu dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Noval C. Manoppo. Pertemuan tersebut membahas kelancaran distribusi BBM sekaligus langkah konkret untuk mengurai antrean kendaraan di lapangan.

Noval menegaskan, pemerintah ingin memastikan penyaluran BBM tetap berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Kami ingin memastikan penyaluran BBM tetap berjalan lancar, sekaligus merumuskan langkah konkret untuk mengantisipasi dan mengurai antrean yang terjadi di SPBU,” ujar Noval usai rapat.

Ia meminta seluruh pengelola SPBU memperketat pengawasan dan menertibkan pelayanan agar proses pengisian BBM berlangsung teratur serta memberikan pelayanan secara adil kepada masyarakat.

Selain itu, Pemkot Kotamobagu mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying akibat informasi kelangkaan BBM yang belum terverifikasi.

“Masyarakat kami imbau tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Belilah sesuai kebutuhan harian dan jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang beredar,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi teknis, di antaranya Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotamobagu Melky Mokoginta, perwakilan Polres Kotamobagu, serta perwakilan Kodim 1303/Bolaang Mongondow.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemkot Kotamobagu berharap distribusi BBM tetap terkendali, pelayanan di SPBU semakin tertib, dan antrean kendaraan dapat segera terurai.

(Red)