KOTAMOBAGU, RadarSulut.com– Upaya pencegahan stunting di Kota Kotamobagu terus diperkuat. UPTD Puskesmas Upai meluncurkan inovasi program kesehatan bertajuk Posting Cantika atau Posyandu Cegah Stunting untuk Calon Pengantin, Remaja, Ibu dan Anak di Balai Desa Pontodon, Senin (31/8).

Peluncuran program tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.

Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu dr. Wahdania Mantang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Chelsi Paputungan, Kepala Bidang P2Kesmas Sulastri Mokoginta Syahrudin, Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, Kepala UPTD Puskesmas Upai Dien Hastuti Laoh, para sangadi dan lurah se-Kecamatan Kotamobagu Utara, ketua TP-PKK desa dan kelurahan, kader posyandu, serta petugas kesehatan.

Dalam sambutannya, Kusnadi Pobela mengapresiasi kehadiran Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu yang dinilai memberikan motivasi bagi jajaran pemerintah kecamatan dan desa dalam memperkuat upaya pencegahan stunting.

Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor agar anak-anak di Kotamobagu Utara dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

“Kehadiran Ibu Ketua menjadi dorongan energi positif bagi kami. Di Kecamatan Kotamobagu Utara, kita harus bekerja keras bersama seluruh instansi teknis untuk menekan angka stunting. Kita ingin anak-anak kita pada Indonesia Emas 2045 mendatang betul-betul menjadi generasi emas yang siap memimpin pembangunan daerah, bukan generasi yang tertinggal,” ujar Kusnadi.

Sementara itu, Rindah Gaib Mokoginta menyambut baik peluncuran Posting Cantika. Menurutnya, pencegahan stunting perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, tidak hanya setelah anak lahir, tetapi dimulai sejak masa remaja hingga periode pertumbuhan anak.

“Pencegahan stunting harus menjadi sebuah proses yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan sejak masa remaja, persiapan pernikahan, kehamilan, masa bayi, balita, hingga anak usia prasekolah,” jelas Rindah.

Ia berharap Posting Cantika dapat memperluas akses layanan kesehatan sekaligus menjadi sarana edukasi, pemantauan, dan deteksi dini terhadap risiko gangguan tumbuh kembang anak.

Rindah juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, kader posyandu, serta pemerintah desa dan kelurahan dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Melalui inovasi Posting Cantika, Pemkot Kotamobagu bersama TP-PKK dan jajaran kesehatan berharap upaya pencegahan stunting di wilayah Kotamobagu Utara semakin terarah dan berkelanjutan, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.

(Red)