KOTAMOBAGU, RadarSulut.com– Pendataan Sensus Ekonomi di Kota Kotamobagu mencatat capaian melampaui target awal. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja tim Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara bersama Biro Ekonomi Setda Provinsi Sulut dan BPS Kotamobagu kepada Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Jumat (21/8).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota tersebut membahas monitoring dan evaluasi (monev) progres pendataan Sensus Ekonomi sekaligus koordinasi terkait pengendalian stabilitas daerah.

Kepala BPS Provinsi Sulut, dr. Watekhi, memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam memfasilitasi proses pendataan di lapangan.

”Sebagai pihak yang memotret evaluasi pembangunan, kami berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah. Progres Sensus Ekonomi di Kotamobagu berjalan sangat lancar. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Pak Wali Kota,” ujar Watekhi.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Sulut, Reza Dotulung, yang hadir mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus, menyampaikan capaian pendataan pelaku usaha di Kotamobagu telah melampaui target awal.

“Capaian pendataan di Kotamobagu sangat luar biasa karena melampaui target hingga 113 persen dari angka pendahuluan. Meski demikian, masih ada beberapa desa dan kelurahan yang belum genap 100 persen. Kami berharap dalam sepekan ke depan pemerintah daerah dapat membantu memaksimalkan pengumpulan data tersebut,” ungkap Reza.

Selain membahas Sensus Ekonomi, pertemuan tersebut juga menyoroti hasil evaluasi penertiban antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar.

Reza mengatakan, langkah sinergis antara Pemerintah Provinsi Sulut, Polda Sulut, dan Kodam XIII/Merdeka dinilai efektif dalam mengurai penumpukan kendaraan di sejumlah SPBU.

”Upaya penertiban yang ditindaklanjuti bersama TNI-Polri telah membuahkan hasil. Dalam seminggu terakhir, aktivitas distribusi BBM di setiap SPBU sudah kembali normal,” tambahnya.

Wali Kota Kotamobagu menyambut positif hasil evaluasi tersebut. Menurutnya, tingginya capaian pendataan menunjukkan adanya perkembangan aktivitas ekonomi dan pertumbuhan pelaku usaha di wilayah Kotamobagu.

”Alhamdulillah, hasil audiensi menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kotamobagu melonjak signifikan mencapai 115 persen. Secara teori, ini membuktikan adanya peningkatan jumlah pelaku usaha baru di Kotamobagu tahun ini. Penilaian dan pendataan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus, sehingga peluang peningkatannya masih sangat terbuka,” pungkas Weny.

(Red)