KOTAMOBAGU, RadarSulut.com– Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Kotamobagu bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kotamobagu menggelar pelatihan kerajinan anyaman eceng gondok di Aula Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Selasa (18/8).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Dekranasda Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta bersama Wakil Ketua Dekranasda Ny. Resty Ava Mangkat Somba.

Turut hadir Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kotamobagu Noval Manoppo, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sofyan Buolu, narasumber I Made Mangku dan Hajah Neny Mokoginta, insan pers, serta para peserta yang berasal dari pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan masyarakat lokal.

Dalam sambutannya, Rindah Gaib Mokoginta memberikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri kecil dan ekonomi daerah.

”Kegiatan pelatihan hari ini bukan hanya sekadar mempelajari cara menganyam atau menghasilkan produk kerajinan dari bahan eceng gondok, tetapi lebih dari itu, ini merupakan upaya mengembangkan kreativitas dan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kecil di daerah ini,” ujar Rindah.

Ia meyakini, dengan ketekunan, inovasi, dan kreativitas, eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sebagai tanaman pengganggu dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual tinggi.

Rindah juga mengimbau seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Momentum tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan untuk belajar, berdiskusi, serta menggali pengetahuan dan pengalaman dari para narasumber.

Menurutnya, kemampuan membuat produk saja belum cukup. Para pelaku IKM juga perlu memperhatikan desain, kualitas, dan perkembangan selera pasar agar produk kerajinan yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

”Kami sangat berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan saja, tetapi diterapkan dan dikembangkan dalam kegiatan usaha Bapak dan Ibu sekalian.

Peserta diharapkan dapat menjadi penggerak bagi masyarakat lainnya sehingga olahan eceng gondok ini berkembang menjadi ekonomi produktif yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat Kota Kotamobagu,” pungkasnya.

Kolaborasi Pemkot Kotamobagu dan Dekranasda melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha baru yang kreatif dan mandiri, sekaligus mengembangkan potensi bahan lokal menjadi produk kerajinan yang memiliki daya saing dan mampu menopang perekonomian masyarakat.

(Red)