MANADO–Kolaborasi lintas sektor untuk membutuhkan pertanian modern berbasis teknologi (smart farming).
Menjawab tantangan tersebut, Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo) resmi menggandeng Balai Perlindungan dan Pengujian Mutu Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPPMTPH) Sulut untuk mengembangkan proses pembelajaran berbasis kebutuhan riil di sektor pertanian.
Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Ruang Elektro Polimdo, pada Senin (6/7/2026).
Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson Budiman, SST., MT., yang hadir mewakili Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA, mengungkapkan kolaborasi ini akan membawa dampak besar pada konten edukasi dan riset terapan di kampus.
Masukan dari Balai Perlindungan dan Pengujian Mutu akan diintegrasikan langsung ke dalam perubahan kurikulum Elektro ke depan.
“Melalui PKS ini, institusi mendapatkan gambaran tajam tentang kebutuhan teknologi di sektor pangan dan hortikultura.
Muatan-muatan praktis ini akan kami masukkan ke dalam mata kuliah, sehingga mahasiswa mampu menciptakan inovasi atau sistem kontrol yang relevan bagi dunia pertanian,” ungkap Marson.
Lebih lanjut, Marson menjelaskan sinergitas ini menjadi ruang evaluasi bagi proses pembelajaran di Polimdo.
Dengan keterlibatan langsung dari mitra kerja, Polimdo dapat lebih bertanggung jawab terhadap kualitas luaran (output) mahasiswa saat lulus nanti.
“Kami sangat berterima kasih kepada para mitra, termasuk tim pembimbing dan penguji yang terlibat.
Hubungan ini memberikan arus informasi yang sangat berharga bagi institusi kami,” tambahnya.
Penandatanganan PKS ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Pertanian Sulawesi Utara, Dwi Wijayanto dan Dylan Reza Pahlevi.
Sinergi ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya inovasi-inovasi teknologi baru dari tangan mahasiswa Elektro Polimdo yang siap diaplikasikan pada laboratorium maupun lahan pertanian di Sulawesi Utara.(tha)


Tinggalkan Balasan