MANADO–Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) dengan TNI Angkatan Laut kembali menjangkau masyarakat wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Sulawesi Utara dengan melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB).
Rencananya tim yang diutus akan mengunjungi Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruang, dan Miangas mulai 23 Juni sampai dengan 29 Juni 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Joko Supratikto menuturkan ERB dilakukan guna memastikan ketersediaan uang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dalam jumlah yang cukup.
Selain itu juga untuk memastikan Rupiah memiliki kualitas terjaga dan tersebar merata di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sejak 2012 sudah melaksanakan 150 kegiatan kas keliling atau ERB yang bekerjasama dengan TNI AL.
Bahkan sudah menjangkau 766 pulau 3T se-nusantara,” tambah Joko dalam sambutannya.
Kesempatan kali ini, BI menggunakan kapal KRI Selar 879 yang membawa uang Rupiah layak edar sebanyak Rp5,5 miliar untuk menjalankan misi tersebut.
Perjalanan mereka melibatkan 15 orang tim ERB dari BI yang berasal dari Sulut dan sejumlah daerah lainnya.
“Kita dibantu para prajurit dari TNI AL. Di mana mereka membawa 3 tugas utama, yakni mendistribusikan Rupiah yang layak edar termasuk yang baru dicetak, menarik uang tak layak diedar.
Serta memberikan edukasi cinta bangga paham Rupiah (CBP Rupiah),” jelasnya.
“Program ini turut menjaga kelancaran transaksi ekonomi.
Dan memperkuat nasionalisme masyarakat di wilayah 3 T dan perbatasan dengan negara lain,” sambungnya.
Menurutnya, KRI Selar 879 membawa pesan kehadiran negara di wilayah 3T yang melindungi dan melayani masyarakat.
“Setiap langkah mereka adalah pengabdian. Kita berharap misi ini berjalan lancar,” pungkasnya.(tha)


Tinggalkan Balasan