Boltara – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena, mengungkapkan bahwa proyek tambak udang vaname terintegrasi di Desa Biontong akan segera memasuki tahap pelaksanaan setelah mendapat dukungan hibah luar negeri senilai Rp500 miliar.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H di Kecamatan Bolangitang Timur.

Ia mengaku, tim dari Asian Development Bank (ADB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta sejumlah instansi teknis telah melakukan pengecekan akhir sebelum proyek memasuki tahap lelang desain dasar.

Bupati Sirajudin Lasena, saat menyambut Dirjen budidaya air payau KKP RI Vernando Simajuntak di ruang kerjanya. Kunjungan tersebut untuk melakukan peninjauan langsung lokasi yang menjadi sentra pengembangan tambak udang vaname.

“Anggaran proyek ini sekitar Rp500 miliar yang berasal dari hibah luar negeri. Setelah proses desain selesai, akan dilanjutkan dengan sistem rancang bangun. Tahap awal yang dibangun sekitar 100 hektare dari total lahan 249 hektare yang tersedia,” ujar Sirajudin.

Bupati menegaskan pemerintah daerah telah meminta agar minimal 80 persen tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan maupun operasional tambak berasal dari masyarakat Boltara.

“Saya sudah sampaikan kepada tim pelaksana, minimal 80 persen pekerjanya harus masyarakat Bolaang Mongondow Utara. Setelah tambak beroperasi, masyarakat lokal juga harus menjadi prioritas, mulai dari penjaga kolam hingga proses panen,” katanya.

Menurut Sirajudin, keberadaan kawasan tambak modern tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Boltara.

Selain membuka lapangan kerja, proyek ini diyakini akan mendorong hadirnya industri pendukung seperti pabrik pakan, penyedia benur, jasa transportasi, hingga sektor jasa lainnya.

Ia mencontohkan kawasan tambak udang vaname di Kebumen yang dinilai berhasil menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

“Kalau tambak ini sudah beroperasi, akan muncul ekosistem usaha baru. Akan ada kebutuhan pakan, benur, jasa logistik, hingga usaha masyarakat yang tumbuh di sekitarnya,” jelasnya.

Sirajudin mengatakan permintaan pasar dunia terhadap udang vaname hingga saat ini masih sangat tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi.

Karena itu, Boltara memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah pemasok udang vaname untuk pasar ekspor.

“Saya punya mimpi Bolaang Mongondow Utara menjadi salah satu daerah yang menyuplai kebutuhan udang vaname dunia. Kita harus memulai dari 100 hektare terlebih dahulu,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan awal, setiap hektare tambak membutuhkan sekitar 10 hingga 20 tenaga kerja.

Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bappenas, Kementerian Keuangan serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Boltara, Camat Bolangitang Timur dan Sangadi Biontong 1, melakukan peninjauan lapangan rencana pembangunan proyek tambak udang vaname di eks HGU desa Biontong, Senin (15/06/2026). [Foto: Romi]
Dengan luas tahap awal mencapai 100 hektare, proyek tersebut berpotensi menyerap ratusan hingga ribuan tenaga kerja lokal.

Selain itu, pemerintah pusat juga menilai kualitas perairan laut Boltara sangat mendukung pengembangan budidaya udang skala besar.

Faktor kualitas air, kondisi lahan yang relatif datar, serta akses yang berada di jalur Trans Sulawesi menjadi keunggulan daerah dibanding sejumlah lokasi lain di Indonesia.

“Dari hasil penilaian tim pusat, kualitas air laut Boltara sangat baik untuk pengembangan udang vaname. Ini menjadi keunggulan yang harus kita manfaatkan,” kata Sirajudin.

Ia berharap masyarakat mendukung pelaksanaan proyek tersebut karena diyakini akan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi daerah.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama pembangunan kawasan tambak akan dilakukan pada akhir tahun 2026.

Ke depan, kawasan tambak tersebut juga direncanakan dilengkapi fasilitas pengolahan, pengemasan, hingga ekspor hasil produksi sehingga nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Boltara. (Advetorial)

(Romi Lantapa)