MANADO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGoMalut) perkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) melalui Workshop Peningkatan Kompetensi SDM BPR yang digelar di NDC Hotel & Resort Manado, Rabu (22/7/2026).
Pelatihan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo itu mengangkat tema analisis kredit UMKM dan penyelesaian kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).
Kegiatan ini diikuti sebagai upaya meningkatkan kapasitas insan BPR agar mampu menyalurkan pembiayaan secara sehat sekaligus memperkuat peran BPR dalam mendukung pertumbuhan UMKM.
Sekretaris DPD Perbarindo SulutGoMalut, Vicky Palit, mengatakan peningkatan kompetensi SDM menjadi kebutuhan penting di tengah tuntutan implementasi Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 yang mendorong perluasan akses pembiayaan kepada UMKM.
BPR dituntut tidak hanya memperluas pembiayaan kepada pelaku usaha, tetapi juga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses penyaluran kredit.
“Karena itu kami mengambil tema analisis kredit UMKM dan penyelesaian NPL.
SDM BPR harus memahami bagaimana melakukan analisis kredit yang tepat, memitigasi risiko, hingga menyelesaikan kredit bermasalah apabila terjadi.
Ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas layanan BPR kepada masyarakat,” ujar Vicky.
Komisaris Utara Bank Citra Dumoga ini menambahkan, dalam workshop tersebut peserta juga memperoleh pembekalan dari praktisi perbankan mengenai teknik analisis kredit UMKM, mitigasi risiko melalui dukungan asuransi.
Serta pemanfaatan layanan digital untuk meningkatkan daya saing BPR.
“Penguatan kompetensi SDM merupakan investasi jangka panjang bagi industri BPR agar tetap mampu menjadi mitra strategis UMKM dan mendukung pembangunan ekonomi daerah,”ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK SulutGo melalui Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Sulawesi Utara dan Gorontalo, Iqbal Mudir, menyampaikan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan industri BPR.
“Hingga Mei 2026, kinerja BPR di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo masih menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan aset sebesar 11,28 persen menjadi Rp2,5 triliun dan penyaluran kredit meningkat 6,37 persen menjadi sekitar Rp1,93 triliun,”jelasnya.
Meski demikian, OJK mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) meningkat menjadi 11,8 persen.
Menurut Iqbal, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat kemampuan analis kredit di setiap BPR.
“Kami berharap sejak awal pemberian kredit dilakukan analisis yang komprehensif.
Jangan hanya berfokus pada jaminan atau kolateral, tetapi juga memperhatikan kelayakan usaha dan kemampuan debitur.
Kompetensi SDM menjadi kunci untuk menjaga kualitas kredit BPR,” kata Iqbal.
Melalui workshop ini, Perbarindo SulutGoMalut dan OJK berharap SDM BPR semakin profesional, adaptif terhadap regulasi, serta mampu memperkuat fungsi BPR sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat dan menjadi penggerak pembiayaan UMKM di daerah.
Kegiatan ini pun disupport oleh BRI, Asuransi Jiwa Syariah, Permata Bank dan RS Siloam.(tha)


Tinggalkan Balasan