MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, memimpin langsung pengambilan sumpah dan janji jabatan terhadap 318 Pejabat Fungsional di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (07/09/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam melakukan penyegaran sekaligus penataan organisasi.
Guna menghadirkan birokrasi yang semakin profesional, responsif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Penempatan para Pejabat Fungsional disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas teknis aparatur, mempertajam analisis berbasis data.
Serta mempercepat pelaksanaan berbagai program pemerintah hingga ke lapangan.
Gubernur Yulius menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau penempatan jabatan.
Tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi sumber daya manusia aparatur di lingkungan Pemprov Sulut.
“Pelantikan ini juga menjadi bagian dari transformasi birokrasi ke arah yang lebih adaptif dan akseleratif serta berorientasi pada hasil.
Organisasi yang kuat hanya dapat terwujud apabila ditopang oleh SDM yang kapabel dan berintegritas,” kata Gubernur Yulius.
Menurutnya, Pejabat Fungsional memiliki peran penting dalam memastikan program-program prioritas pemerintah dapat dijalankan secara tepat, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk tidak berhenti meningkatkan kemampuan, melainkan terus memperkuat kompetensi dan literasi sesuai bidang keahliannya.
Di sisi lain, Gubernur Yulius mengingatkan seluruh jajaran birokrasi agar tidak cepat berpuas diri dengan berbagai penghargaan dan capaian tata kelola pemerintahan yang telah diraih Pemprov Sulut.
“Prestasi adalah pemicu semangat, bukan alasan untuk berhenti berbenah. Justru setiap keberhasilan harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi,” tegasnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya mengikis ego sektoral antarinstansi.
Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang harmonis di seluruh lini pemerintahan.
“Saya minta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, mendalami tugas, meningkatkan literasi.
Serta berani menyumbang gagasan segar yang tetap patuh pada koridor hukum,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pejabat untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, membangun komunikasi yang sehat dengan pimpinan dan rekan kerja.
Juga menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
“Terus tingkatkan kompetensi dan literasi, bangun komunikasi serta lakukan kolaborasi yang harmonis dengan pimpinan dan rekan kerja.
Ciptakan suasana kerja yang produktif, serta beranilah memberikan sumbangsih gagasan yang tepat dengan tetap berpegang teguh pada aturan yang berlaku,” pesan Gubernur.
Menutup arahannya, Gubernur Yulius mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
“Jalankan amanah. Jauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang serta tindakan yang bertentangan dengan hukum.
Jadilah Aparatur Sipil Negara yang benar-benar bekerja untuk kemajuan daerah dan untuk bersumbangsih bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pelantikan 318 Pejabat Fungsional ini, Pemprov Sulut berharap semakin banyak aparatur yang mampu bekerja berbasis kompetensi, bergerak cepat, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.(*)



Tinggalkan Balasan