KOTAMOBAGU–Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mengajak generasi muda Bolaang Mongondow Raya (BMR) untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi tampil sebagai pencipta peluang, inovator, sekaligus penggerak pembangunan daerah.

Demikian Gubernur Yulius saat memberikan kuliah umum dengan materi “Peran Generasi Muda BMR dalam Mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”, di Sidang Senat Terbuka Wisuda IAIK bersama STIMIK Multicom Kotamobagu, di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (04/09/2026).

Kesempatan itu, Gubernur memaparkan berbagai potensi serta capaian pembangunan Sulawesi Utara, sekaligus menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dan generasi muda dalam menentukan masa depan daerah.

Menurut Yulius, posisi geografis Sulawesi Utara yang berada di bibir Samudera Pasifik memberikan peluang besar bagi daerah untuk berkembang menjadi pusat perdagangan dan super-hub serta pintu gerbang Indonesia menuju kawasan Asia Timur dan Pasifik.

“Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia dan Pasifik yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan,” menjadi visi pembangunan jangka panjang daerah sebagaimana tertuang dalam RPJPD Sulut 2025-2045.

Visi tersebut kemudian dipertegas melalui RPJMD Sulut 2025-2029, yakni “Menuju Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”

Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen

Di hadapan civitas akademika dan para wisudawan, Gubernur Yulius turut memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Sulut hingga Triwulan II 2026.

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tercatat positif sebesar 5,42 persen pada Triwulan II 2026. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut tahun 2025 mencapai 76,32, lebih tinggi dibandingkan IPM nasional sebesar 75,90.

Dari sisi kemiskinan, Sulut juga mencatat angka yang lebih rendah dibandingkan nasional. Pada Triwulan II 2026, angka kemiskinan Sulut berada di level 6,32 persen, sedangkan nasional mencapai 8,47 persen.

Namun, Gubernur mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulut pada periode yang sama masih berada di angka 5,85 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional yang mencapai 4,85 persen.

Karena itu, pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu hal yang terus didorong pemerintah daerah.

Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian

Dalam pemaparannya, Yulius menyampaikan sejumlah capaian pembangunan di berbagai sektor.

Di bidang pendidikan, Pemprov Sulut memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui kehadiran SMA Taruna Nusantara Langowan, sekaligus merealisasikan revitalisasi terhadap 50 sekolah untuk menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman dan modern.

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah mendorong percepatan intervensi gizi terpadu untuk menekan stunting. Akses rumah sakit rujukan provinsi, distribusi obat-obatan serta pemerataan tenaga medis hingga wilayah pelosok juga menjadi perhatian.

Untuk sektor ketenagakerjaan, pemerintah mengakselerasi daya saing tenaga kerja lokal melalui program upskilling di Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga SDM Sulut diharapkan mampu bersaing di sektor industri dan jasa, baik secara nasional maupun global.

Di bidang konektivitas, Pemprov Sulut juga mendorong pengembangan penerbangan langsung internasional, termasuk rute Manado–Korea dan Manado–China, guna membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Sementara sektor olahraga dan pariwisata diarahkan menjadi bagian dari penguatan sport tourism, antara lain melalui revitalisasi Kolam Renang Ranowangun dan Pacuan Kuda di Minahasa.

Dorong Generasi Muda Tidak Hanya Menunggu Lapangan Kerja

Kepada para wisudawan, Gubernur Yulius memberikan sejumlah pesan penting. Gubernur minta para lulusan perguruan tinggi untuk mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan menjadi solusi nyata bagi persoalan masyarakat.

Generasi muda juga diminta berani membangun karier dan masa depan dengan tidak hanya menunggu pekerjaan.

“Jangan hanya menunggu pekerjaan. Berani menciptakan peluang, membangun usaha, berinovasi, dan terus meningkatkan kompetensi,” menjadi salah satu pesan Gubernur kepada para wisudawan.

Yulius juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran.

Menurutnya, perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut generasi muda untuk terus belajar, beradaptasi, membangun mental tangguh dan tidak takut menghadapi kegagalan.

Tak kalah penting, para lulusan diminta menjaga integritas. Ilmu pengetahuan, kata Gubernur, harus berjalan bersama karakter, etika, disiplin serta kepedulian terhadap sesama.

Jangan Berhenti pada Gelar

Menutup kuliah umum tersebut, Gubernur Yulius menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak boleh berhenti pada pencapaian gelar akademik.

Para lulusan perguruan tinggi BMR diharapkan menjadi generasi yang mampu bekerja, berkarya, memiliki integritas, berani menciptakan peluang dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan berhenti pada gelar,” menjadi pesan yang ditekankan Gubernur kepada generasi muda.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi dan generasi muda, untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan daerah menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera dan berkelanjutan