MANADO–Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus  berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada praktik lapangan.

 

Hal ini dibuktikan lewat penyelenggaraan event Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) bertajuk “Manado Bunka Hoteru, Torang Resutoran Tobeso” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi D3 Pariwisata semester 3, Selasa (20/10/2026).

 

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi langsung dari metode Project-Based Learning (PBL) pada mata kuliah MICE. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya dibekali teori di dalam kelas, melainkan dituntut mengelola sebuah acara berskala internasional secara nyata mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi.

 

Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, S.MAP, mengapresiasi keberhasilan para mahasiswa dalam menggelar acara tersebut.

 

Menurutnya, pengalaman mengelola event secara langsung sangat efektif dalam mengasah kecerdasan emosional, ketahanan mental (resilience), serta kemampuan pemecahan masalah (problem solving).

 

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mengimplementasikan proyek nyata. Mereka belajar menyediakan rencana cadangan (backup plan) dan bekerja sama dengan berbagai pihak, bahkan berhasil mengundang mahasiswa dari jurusan lain seperti Teknik Elektro,” ujar Maryke.

 

Lebih lanjut, Maryke mendorong mahasiswa pariwisata Polimdo untuk memanfaatkan peluang magang di luar negeri, seperti Jepang dan Taiwan.

 

Ia menekankan bahwa pengalaman internasional sangat penting bukan sekadar untuk mencari penghasilan, melainkan untuk memperluas wawasan global, mempelajari budaya asing, serta meningkatkan daya saing di industri pariwisata internasional.

 

Melalui pembelajaran berbasis proyek ini, Polimdo berharap dapat melahirkan lulusan vokasi yang kompeten, berdaya saing tinggi, dan siap beradaptasi dengan kebutuhan industri global.(*)