MANADO–Biro Kerohanian Kristen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan International Seminar / Studium Generale yang membahas keterkaitan mendalam antara iman dan ilmu pengetahuan.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026) ini diadakan di Auditorium Prof. Rudy Tenda, Politeknik Negeri Manado.

Seminar internasional ini mengusung tema “The Depth of Christian Intellectual Tradition: Tracing Back Philosophical, Theological and Scientific Engagement” (Kedalaman Tradisi Intelektual Kristen: Menelusuri Keterlibatan Filosofis, Teologis, dan Ilmiah).

Acara ini menghadirkan pembicara internasional, Patrick America, yang dikenal sebagai Direktur PT A K Agung & vizium.ai, Pendiri Arkitech International B.V., serta Penatua (Elder) GMI New Life Church, Jakarta.

Dalam paparannya, Direktur Dra Mareyke Alelo MBA menekankan bahwa wujud cinta tanah air yang sejati adalah dengan mendedikasikan diri dan negara kepada Tuhan.

Ia mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan  Shirley beberapa bulan lalu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan.

Untuk membahas cara membawa kaum muda tidak hanya untuk bertumbuh secara spiritual.

Tetapi juga untuk meningkatkan dan memberdayakan akal budi serta pengetahuan mereka tentang Tuhan.

“Seringkali kita mengabaikan akal dan pengetahuan.

Ada anggapan bahwa jika seseorang percaya kepada Tuhan, ia tidak perlu menggunakan akal sehat atau otaknya, dan cukup hanya dengan hatinya.

Padahal, akal, pikiran, dan nalar adalah anugerah dari Tuhan yang tidak boleh diabaikan.

Semua itu harus digunakan dan didedikasikan bagi kemuliaan Tuhan,” ujar Alelo

Ia juga mengutip pernyataan Profesor John Lennox, seorang profesor matematika dari Universitas Cambridge, yang menyatakan, “Manusia menjadi ilmiah karena adanya hukum di alam.

Dan mereka mengharapkan adanya hukum di alam karena mereka percaya pada pemberi hukum tersebut.”

Alelo menegaskan bahwa pemberi hukum di balik alam semesta ini adalah Tuhan.

Menutup sesi pengantar, pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada Patrick America dan Ibu Shirley yang berasal dari Manado, yang telah hadir untuk berbagi wawasan dengan para mahasiswa.

Ucapan terima kasih juga secara khusus ditujukan kepada Faler Lumentut yang bertindak sebagai penerjemah lisan (translator) dalam acara tersebut.

Mengingat tantangan dan keahlian khusus yang dibutuhkan untuk menerjemahkan secara langsung tanpa jeda agar pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Melalui seminar ini, Polimdo berharap dapat membuka wawasan para mahasiswa dan peserta untuk tidak memisahkan antara iman dan nalar, melainkan menggunakan ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk memuliakan Tuhan.(*)