Boltara — Nama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kembali mendapat tempat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Salah satunya melalui kiprah Muhri Gusti Ismail Yarbo, siswa SMA Negeri 1 Bolangitang Barat, yang dipercaya sebagai pembentang bendera pada upacara penurunan Bendera Merah Putih, Senin (17/8/2026).

Muhri merupakan putra dari pasangan Ismail Yarbo dan Ainsa Patadjenu.

Ia terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Utara setelah melalui serangkaian tahapan seleksi secara berjenjang, mulai dari tingkat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hingga tingkat provinsi.

Dalam proses seleksi tersebut, Muhri berhasil menyisihkan sejumlah peserta dan dinyatakan lolos untuk mewakili Kabupaten Bolaang Mongondow Utara di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Kepercayaan sebagai pembentang bendera menjadi salah satu posisi penting yang diembannya dalam pelaksanaan upacara penurunan bendera.

Sebagai pembentang bendera, Muhri menjalankan tugas dalam prosesi penurunan Bendera Merah Putih yang menjadi salah satu bagian penting sekaligus sakral dalam rangkaian upacara peringatan kemerdekaan.

Tugas tersebut menuntut kedisiplinan, ketelitian, kekompakan, serta ketepatan dalam setiap gerakan.

Untuk menjalankan amanah itu, Muhri bersama anggota Paskibraka lainnya harus mengikuti latihan secara intensif dan disiplin sebelum pelaksanaan upacara.

Keberhasilan Muhri tampil sebagai bagian dari Paskibraka Provinsi Sulawesi Utara sekaligus dipercaya sebagai pembentang bendera menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, khususnya bagi keluarga dan lingkungan sekolahnya di SMA Negeri 1 Bolangitang Barat.

Prestasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kedisiplinan, serta berani mengambil peran dalam berbagai kegiatan yang membawa nama baik daerah.

Keterlibatan Muhri dalam upacara tingkat provinsi tidak hanya menjadi catatan prestasi pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa putra-putri daerah memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam momentum penting nasional melalui proses, kerja keras, dan dedikasi.

(Om Theo)