MINAHASA UTARA* — Upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap kebudayaan terus dilakukan melalui kegiatan *Semarak Budaya Tahun 2026*. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam Seminar Kepemudaan dan Kebudayaan Islam yang berlangsung di Rumah Kaderisasi, Desa Klabat, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (27/9/2026).

Seminar ini mempertemukan generasi muda dalam forum diskusi yang membahas berbagai hal berkaitan dengan kepemudaan dan kebudayaan. Kebudayaan Islam menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut.

Penyelenggara Semarak Budaya Tahun 2026, *Rian Kohongia, mengatakan kegiatan itu dilaksanakan melalui **Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia*. Ia berharap forum tersebut dapat mendorong pemuda untuk memiliki kepedulian lebih besar terhadap keberadaan dan keberlanjutan kebudayaan di lingkungan mereka.

Menurut Rian, kegiatan semacam ini diperlukan sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai kebudayaan.

“Semarak Budaya Tahun 2026 menjadi ruang bagi pemuda untuk berdiskusi dan meningkatkan pemahaman mengenai kepemudaan dan kebudayaan, khususnya kebudayaan Islam. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi generasi muda di Minahasa Utara,” tuturnya.

Seminar juga mendapat perhatian dari *H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB*, yang menyampaikan sambutan melalui sambungan virtual.

Dalam sambutannya, H. Lalu Hadrian menegaskan bahwa generasi muda mempunyai peran dalam memastikan kebudayaan tetap berkembang dan tidak kehilangan relevansinya di tengah perubahan zaman.

Ia menilai forum yang memberikan ruang kepada pemuda untuk membahas kebudayaan dapat membantu meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam berbagai upaya pengembangan kebudayaan.

“Pemuda memiliki posisi penting dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Karena itu, ruang-ruang diskusi seperti ini penting untuk membangun kesadaran, wawasan, dan partisipasi generasi muda dalam kebudayaan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kebudayaan tidak terbatas pada berbagai bentuk tradisi yang diwariskan masyarakat. Menurutnya, kebudayaan juga memiliki kaitan erat dengan identitas suatu masyarakat sehingga perlu dipahami dan dijaga keberlangsungannya oleh generasi penerus.

Kegiatan tersebut kemudian menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh wawasan mengenai hubungan antara peran pemuda dan keberadaan kebudayaan. Penyampaian materi dan diskusi juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebudayaan, termasuk kebudayaan Islam.

Penyelenggara berharap Semarak Budaya 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seminar, tetapi dapat memberikan dorongan bagi generasi muda di Minahasa Utara untuk turut mengambil bagian dalam upaya mengenal, mempertahankan, serta mengembangkan kebudayaan di daerah.

Dengan digelarnya kegiatan di Desa Klabat, Semarak Budaya Tahun 2026 diharapkan dapat memperluas ruang dialog bagi pemuda sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa kebudayaan merupakan bagian dari identitas bangsa yang memiliki nilai untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya.(Rama)