Boltara — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memperkuat pengawasan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sosialisasi Sistem Informasi Disiplin Kehadiran ASN (SIDAK).

Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (14–15 September 2026) itu, menyasar ASN guru dan pegawai kantor camat, Puskesmas di enam kecamatan, termasuk Rumah Sakit.

Kegiatan itu pula melibatkan seluruh ASN organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Secara teknis, sosialisasi tersebut dibuat terjadwal, baik pada tingkatan OPD Maupun instansi pemerintah di tingkat kecamatan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem administrasi kehadiran yang lebih tertib, terukur, dan berbasis teknologi informasi.

Sosialisasi SIDAK Sasar Seluruh Unit Kerja

Pelaksanaan sosialisasi tersebut mengacu pada surat pemberitahuan BKPSDM Boltara Nomor 800/724/SETDAKAB.BKPSDM tertanggal 11 September 2026.

Dalam surat itu, BKPSDM meminta para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta kepala sekolah tingkat SD dan SMP sederajat menugaskan seluruh ASN untuk mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Kepala BKPSDM Boltara, Mirwan Datukramat, mengatakan, sosialisasi diperlukan agar penerapan aplikasi SIDAK dapat dipahami dan dijalankan secara menyeluruh.

“Sosialisasi ini penting untuk memastikan seluruh ASN memahami tujuan, tata cara penggunaan, serta manfaat aplikasi SIDAK dalam pengelolaan kehadiran. Dengan pemahaman yang baik, administrasi kehadiran dapat berjalan lebih tertib dan mendukung peningkatan disiplin ASN,” ujar Mirwan.

Materi sosialisasi mencakup pengenalan dan tujuan penggunaan aplikasi, tata cara pengoperasian, serta penanganan kendala dalam pemanfaatan SIDAK.

Pimpinan OPD Diminta Perkuat Dukungan

Sosialisasi yang dilaksanakan secara bertahap di enam kecamatan dan seluruh OPD diharapkan dapat memperkuat kesiapan setiap unit kerja dalam menerapkan sistem informasi kehadiran tersebut.

Selain menjadi sarana pencatatan kehadiran, SIDAK diarahkan untuk mendukung pengelolaan disiplin ASN secara lebih efektif dan membantu pemerintah daerah meningkatkan tertib administrasi serta kinerja aparatur.

Mirwan menekankan pentingnya dukungan pimpinan perangkat daerah dan unit kerja dalam memastikan penerapan aplikasi berjalan optimal.

“Kami berharap seluruh pimpinan perangkat daerah dan unit kerja mendukung pelaksanaan sosialisasi serta pemanfaatan SIDAK. Keberhasilan sistem ini membutuhkan keterlibatan bersama agar penguatan disiplin dan peningkatan kinerja ASN dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui sosialisasi tersebut, BKPSDM Boltara berupaya memastikan penerapan teknologi dalam pengelolaan kehadiran ASN tidak berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi juga mendorong perubahan menuju budaya kerja yang lebih disiplin, tertib, dan bertanggung jawab.

“Harapannya, aplikasi ini mampu mewujudkan budaya kerja ASN yang disiplin, tertib dan bertanggung jawab,” tutup Mirwan.

(Om Theo)