banner 1198x899 banner 1198x899

Suhu Politik Lokal Meningkat, Politisi Hingga Birokrat “Tertangkap” Radar Survey Parpol

Ketua DPC PDI Perjuangan Bolmut Amin Lasena, menyapa warga Bintauna pada momentum Bakti Sosial relawan SK for 01 Sulut, AL for 01 Bolmut, Kamis (16/05/2024)

Bolmut – Suhu politik di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak semakin memanas.

Sejumlah politisi yang digadang-gadang bertarung pada posisi papan Satu di Bolmut semakin gencar memainkan peran masing-masing.

Trik dan intrik menjadi suguhan rutin yang terkadang mengundang spekulasi publik.

Demikian juga dengan Partai Politik (Perpol), terutama yang meraih kursi di DPRD Bolmut pada Pileg 2024 barusan.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai peraih suara mayoritas di parlemen Bolmut tentunya mempunyai kans kuat pada kontestasi Pilkada nanti.

Langkah strategis pun dimainkan sebagai instrumen politik dalam memenangkan pertarungan.

Meskipun mayoritas suara diraih oleh partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, tetapi mereka tetap membuka ruang koalisi dengan partai lain.

Sejumlah tokoh politik partisan maupun birokrat diintai oleh PDI Perjuangan sebagai bakal calon Wakil Bupati, karena partai ini sudah mempunyai calon Bupati.

Dari internal PDI Perjuangan sendiri, bakal calon Bupati yang sempat mengemuka diantaranya Bendahara DPC Frengky Chandra, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Bolmut.

Selain Frengky, mencuat pula nama Eddy Pontoh, dan Samsia Mokodompit, interpreneure muda yang sukses membangun usaha di sejumlah daerah.

Demikian dituturkan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Bolmut Amin Lasena, saat berbincang dengan sejumlah media, Kamis (16/05/2024).

Ternyata PDI Perjuangan sudah melakukan survey, baik kepada tokoh politik maupun birokrat di Bolmut.

Dari birokrat sendiri, Amin menyebut sejumlah tokoh yang sudah “tertangkap” oleh radar PDI Perjuangan.

“Dari birokrat ada yang masuk survey PDI Perjuangan, Pertama Kepala Dinas Sosial, Ibu Moilom Pontoh, kemudian Kepala Dinas Pendidikan Fadly Usup,” sebut Amin.

Selain nama itu, Kepala Bagian Organisasi Supriadi Goma, juga dikatakan masuk nominasi survey PDI Perjuangan.

“Tapi Pak Kabag menyatakan belum siap, karirnya juga masih sangat panjang,” kata Amin.

Sejumlah tokoh birokrat itu mempunyai tingkat elektabilitas cukup tinggi berdasarkan survei terbuka PDI Perjuangan.

Meskipun demikian, pihaknya menyerahkan keputusan penuh kepada ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

“Keputusan ada di tangan Ketua DPD Pak Olly, sebagai petugas partai, kami siap melaksanakan keputusan pimpinan,” tutup Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *