banner 1198x899 banner 1198x899

Gelar Sosialisasi, Bawaslu Sulut Perkuat Pengawasan Partisipatif Jelang Pemilu 2024

PERKETAT : Bawaslu Sulut saat menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan menghadirkan berbagai unsur masyarakat, Senin (29/1).

Manadoradarsulut.com–Pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) 2024 tinggal menghitung hari lagi. Sesuai jadwal pelaksanaan pemilu akan digelar 14 Februari mendatang. Terkait hal itu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak henti-hentinya memperkuat pengawasan jelang hari H pencoblosan.

Terbukti, saat lembaga wasit pemilu itu menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Pada Pelaksanaan Pemilu 2024 di Sulawesi Utara, Senin (29/1) disalah satu hotel di Manado. Kegiatan tersebut melibatkan media massa, alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dan sejumlah tokoh masyarakat.

Tenaga Ahli Bawaslu RI Fence Bawengan saat menjadi narasumber mengatakan, saat ini Bawaslu RI telah mengantongi ratusan dugaan pelanggaran pemilu sepanjang tahapan berproses. Kata dia, itu dugaan tersebut diperoleh dari dua unsur yakni temuan oleh Bawaslu sendiri dan laporan yang diterima dari berbagai pihak yang berkaitan dengan pemilu.

“Bawaslu mengajak seluruh komponen bangsa lebih khususnya media massa dan alumni SKPP untuk berperan aktif berkontribusi dalam melakukan pengawasan jalannya proses pemilu ini. Tanpa media kita Bawaslu sepertinya akan pincang dalam melakukan pencegahan. Karena teman-teman jurnalis setiap harinya bergumul dengan kondisi di lapangan. Sehingga banyak mendapati informasi-informasi terhadap dugaan pelanggaran pemilu,”ujar mantan jurnalis senior itu.

Sementara itu, turut hadir menjadi narasumber Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulut Reidi Sumual menuturkan, terkait masa jadwal kampanye di media pihaknya terus melakukan pengawasan. Namun, disini KPID hanya fokus kepada media televisi dan radion. Baik itu televisi berplat merah maupun yang dikelolah oleh swasta. Menurutnya, sesuai jadwal dalam aturan perundang-undangan kampanye di media itu sudah dimulai sejak 21 Januari lalu dan akan berakhir pada 10 Februari 2024 mendatang.

“Disini kita samakan persepsi bahwa yang dimaksud dalam aturan tersebut adalah peserta pemilu yang melakukan kampanye di media adalah sudah jelas-jelas menampakan diri. Seperti sudah memuat nomor urut dan kalimat-kalimat mengajak untuk mencoblos dirinya pada pemilu nanti. Banyak yang bertanya terkait ada caleg yang sudah kampanye media sejak beberapa bulan lalu. Hanya saja dilihat apakah mereka sudah terang-terangan melakukan citra diri atau seperti apa,”terang Sumual.

Diketahui kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Bawaslu Sulut Anggray Mokoginta dan juga sejumlah staf Bawaslu Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat.(fjr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *