banner 1198x899 banner 1198x899

Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Diluncurkan Konsorsium PTPPV

 

MANADO–Program penguatan ekosistem kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) diluncurkan oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) diantaranya Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Nusa Utara dan Akademi Komunitas Mapanawang Manado, Senin (6/11/2023) di di Ballroom Ratulangi 1 lantai 6 The Sentra Hotel Manado.

ĺ

Peluncuran program dirangkaikan dengan diskusi publik menghadirkan nara sumber diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulut, Rahel Rotinsulu, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Femmy Suluh, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulut, Elvira M. Katuuk, Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Hermina S. Korompis, dan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut, Broo Ivanry Matu serta Stefan Voges Wakil Ketua Umum Bidang Hukum Kadin Sulut sebagai moderator.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Mareyke Alelo MBA dalam sambutannya menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan agar industri, dunia kerja, pemerintah dan institusi pendidikan itu harus bersatu.

“Ini kesempatan untuk membangun ekosistem itu, ini kesempatan untuk membangun habitat yang subur dimana pendidikan vokasi bisa bertumbuh,” tuturnya.

Menurut Mareyke Alelo, program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah dicanangkan bisa bertumbuh kembali.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah, dan beliau (Presiden) sampai mengirim staf ahli, LPDP juga turun. Ini harus kita jaga dengan baik, yang punya uang membantu seluruh program dan kita sangat berterima kasih,” tukasnya.

Sementara itu, staf ahli Presiden, Alan Korompitan dalam penyampaiannya mengingatkan, jangan sampai vokasi menjadi akademik,. Menurut dia, vokasi harus menjadi primadona.

Ketua tim kerja Stevie Kaligis dalam laporannya menyampaikan, Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah, merupakan grand design riset pengembangan inovasi di daerah Sulawesi Utara dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun kedepan, dengan mengacu pada potensi daerah, keunggulan daerah, serta agenda prioritas pembangunan daerah.

“Program ini bertujuan untuk mensinergikan kemitraan dan penyelarasan antara satuan pendidikan vokasi dan pemangku kepentingan di daerah (pemerintah daerah dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)) untuk menghasilkan dokumen atau naskah kebijakan atau policybrief, yang berisi perencanaan tenaga kerja atau workforceplanning dan inovasi perencanaan atau innovationplanning guna menghasilkan klaster inovasi berbasis potensi atau kebutuhan daerah, kemudian menghasilkan inovasi (antara lain berupa model/produk/desain/sistem) yang dibutuhkan bagi pengembangan sektor prioritas daerah,” tutur Kaligis.

Menurut Kaligis, melalui program ini, periset dari SPTV bersama pemerintah daerah (Pemda) serta pemangku kepentingan strategis di daerah seperti DUDI, PTV, dan komunitas, bersinergi membentuk ekosistem kemitraan yang kondusif, guna menjawab berbagai tantangan ekonomi di daerah, serta berkontribusi terhadap pengembangan antara lain kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan industri (KI), destinasi super prioritas, proyek strategis nasional, dan dinamika pembangunan ekonomi di masing-masing daerah,” tambah Kaligis.(tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *