banner 1198x899 banner 1198x899
Minut  

Dihadapan Panwascam Liksel-Liktim, Ini Kata Ketua Bawaslu Minut

AKRAB : Jajaran Bawaslu Kabupaten Minahasa Utara saat bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Minutradarsulut.com–Ketua Bawaslu Minahasa Utara, Rocky Ambar bersama Anggota Bawaslu Waldi Mokodompit Kordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Ferdynan Bawengan, Kordiv Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H), Rabu (18/10) menyambangi Penwascam Likupang Selatan (Liksel) dan Panwascam Likupang Timur (Liktim), dalam rangka memberikan pengarahan terhadap pengawas kecamatan di dua daerah tersebut.

Saat pengarahan, Ketua Bawaslu Rocky Ambar memberikan dukungan kepada para pengawas tingkat Kecamatan dan Pengawas Desa, yang sebentar lagi akan memasuki tahapan kampanye yang membutuhkan konsentrasi dan persiapan lebih dari tahapan sebelumnya.

Pasalnya, kata Ketua Bawaslu Minut, pengawas kecamatan, desa, dan kelurahan memiliki peran yang sangat penting bagi Bawaslu, sebab paling banyak menemukan temuan di lapangan baik saat kampanye.

“Kaki, mata, telinganya Bawaslu adalah bapak ibu semua panwas kecamatan, desa. Tanpa jajaran tingkat kecamatan dan desa Bawaslu tidak akan berjalan semestinya,” kata Ambar saat memberikan pengarahan kepada Panwascam.

Pria lulusan Universitas Gaja Mada itu, menyebut setiap tahapan pemilu berpotensi adanya ditemukan pelanggaran. Sehingga, dia meminta kepada Bawaslu yang bertugas memastikan dugaan pelanggaran, dapat terantisipasi seminimal mungkin dalam bentuk langkah pencegahan.

“Maksimalkan pencegahan, perketat pengawasan, dan kita optimalkan penindakan jika pencegahan dan pengawasan telah dilakukan tetapi masih ada pelanggaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Waldi Mokodompit, Kordiv P3S, mengakui tahapan paling krusial dalam pemilihan yaitu kampanye. Mokodompit, berpesan dalam mengawasi pemilihan mulai dari Bawaslu RI, Provinsi, Kabupaten/Kota, sampai pengawas desa merupakan satu kesatuan yang bekerja secara kolektif dan kolegial.

“Kolektivitas kerja-kerja pengawasan itu harus dipupuk, harus dilestarikan, dia tidak bisa datang sendiri, jadi mari kita berbagi tugas berbagi peran ibarat tubuh kalau kakinya ke kanan maka kepala ikut ke kanan, kepala mau ke kiri kakinya juga ikut ke kiri,” sebut Mokodompit.

Mokodompit meminta kepada pengawas kecamatan hingga desa/kelurahan nantinya bekerja sesuai dengan tupoksinya. Serta, memiliki keberanian dalam memberikan keterangan informasi hasil pengawasan.

Senada Ferdynan Bawengan, Kordiv Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H), menambahkan harus kita pastikan adalah jajaran kita mengikuti apa yang sudah kita berikan saat pembekalan dan nantinya berani dalam memberikan keterangan dan informasi hasil pengawasan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan jajaran pengawas,”terangnya.(fjr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *