banner 1198x899 banner 1198x899

HUT 230 Kecamatan Bolangitang, Diwarnai Aksi Penarikan Tim Marching Band

Hamjan Ahmad, S.Pd

Bolmut – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bolangitang Barat Hamjan Ahmad, mendadak menghentikan pertujukan Marching Band asuhannya pada HUT ke-230 Kecamatan Bolangitang.

Pasalnya Hamjan, kecewa atas sikap panitia pelaksana HUT yang terkesan tidak menghargai penampilan Marching Band asuhannya.

“Kasian kan, anak-anak yang sedang atraksi, saat yang sama, di tempat yang sama ada kegiatan lain yang menggunakan pengeras suara,” keluh Hamjan.

Menurutnya, Marching Band SMA Bolangitang sudah mempersiapkan secara matang untuk persembahan terbaik pada HUT Kecamatan Bolangitang.

“Lagu yang dimainkan itu kan lagu HUT Kecamatan Bolangitang, mereka sudah susah payah latihan, giliran tampil malah terganggu dengan pengeras suara dari kegiatan lain,” bebernya.

Sehingga pihaknya memutuskan untuk menghentikan atraksi Marching Band dan menggiring seluruh siswa meninggalkan tempat kegiatan.

Sontak saja seluruh siswa SMA Negeri 1 Bolangitang Barat termasuk tim Marching Band, serentak meninggalkan lapangan dan kembali ke sekolah yang tepat berhadapan denga tempat pelaksanaan HUT.

Siswa Kecewa Hingga Menangis
Suasana sedih menyelimuti siswa SMA Negeri 1 Bolangitang Barat, terutama tim Marching Band.

Tak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata karena kejadian di lapangan olah raga Sogi tersebut.

Mereka mengaku sudah berlatih maksimal hingga meninggalkan praktikum demi HUT Kecamatan.

“Untuk mempersembahkan yang terbaik, kami latihan satu Minggu penuh, bahkan praktikum mata pelajaran terpaksa kami tunda,” keluh mayoret Marching Band SMA Negeri 1 Bolangitang Barat Siti Soleha Putri Pua.

Padahal lanjut Siti, tampil dan meramaikan acara seperti itu merupakan kebanggaan bagi dia dan teman-temannya.

“Sayangnya kami seakan tidak dianggap saat tampil, ini tentu mengecewakan,” tandasnya.

Terpisah, Pemerintah Kecamatan Bolangitang Barat melalu Sekretaris Camat (Sekcam) Muhammad Yusuf, mengaku hal itu sebagai kekhilafan.

“Iya, ini hanya miskomunikasi, benar ini kekhilafan,” ujar Yunus.

Meskipun demikian Yunus, mengatakan acara tersebut sudah diserahkan kepada Protokoler Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut untuk dipandu.

“Sebenarnya untuk memandu acara tadi sudah diserahkan kepada protokoler Pemda, sehingga kami tidak lagi mempunyai wewenang,” katanya.

Sementara itu, petugas protokoler Pemkab Bolmut Febriana Datukramat, mengklaim pihaknya hanya menjalankan tugas sebagai protokoler pimpinan daerah.

“Kami hanya menjalankan tugas sebagai protokol pimpinan daerah, karena ada Pak Sekda, maka kami mengarahkan sesuai protokol pimpinan,” terang Febriana.

Walaupun demikian Febriana, menilai acara acara tersebut berlangsung baik-baik saja.

“Acara tadi sebenarnya baik-baik saja, benar memang Marching Band sedang main dan kegiatan pameran UMKM juga jalan, saya rasa tidak saling mengganggu,” imbuhnya. (Rom) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *