banner 1198x899 banner 1198x899
Bitung  

Terjaring OTT, Polres Tetapkan Dua Orang ASN Kantor Syahbandar Perikanan Bitung Tersangka

BITUNG – Operasi Tangkap Tangan (OTT), Polres Bitung tetapkan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Syahbandar Perikanan Bitung, sebagai tersangka. Selasa (19/09/2023).

Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa didampingi Waka Polres Bitung, Kompol Afrizal Rachmat Nugroho mengelar konferensi pers di depan Mako Polres Bitung.

Kapolres Bambang Souissa mengatakan, pasca OTT yang dilakukan Anggota Polres pada hari Sabtu 16 September 2023, sekitar pukul 15:30 wita, di Kantor Syahbandar Perikanan Bitung, Kelurahan Aertembaga Satu, Kecamatan Aertembaga, telah melakukan OTT dan berhasil mengamankan satu oknum pegawai berinisal Mas alias S, terindikasi melakukan Tindak Pidana Korupsi berupa penerima Gratifikasi.

“Pada saat itu, tersangka Mas, langsung  diamankan di Mako Polres untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Dan dikesempatan itu pula, dari hasil pengembangan terdapat satu orang tersangka berinisial AP, berstatus sebagai oknum Pegawai di Syahbandar Perikanan Bitung,” kata Kapolres Bitung.

Lanjut kata Kapolres, kedua tersangka oleh jajaran Polres Bitung, berhasil mengamankan barang bukti berupa amplop putih dengan tulisan nama agen kapal dan uang tunai.

“Mas, saat OTT di Kantor Syahbandar Perikanan Bitung, oleh Tim Saber Pungli, berhasil mengamankan amplop putih dan uang tunai sebesar Rp 4.750.000. Sementara barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 7.000.000 dan satu buah ATM serta handphone berhasil diamankan di kediaman tersangka AP.” beber Kapolres Bitung.

Kedua tersangka yang diketahui sebagai oknum pegawai di Kantor Perikanan Pelabuhan Bitung, kata Kapolres dijerat dengan pasal 12 b UU Tipikor nomor 31 tahun 1999, sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, setiap gratifikasi keada pegawai negeri atau penyelengara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

“Kedua tersangka itu diancam pidana penjara seumur hidup atau penjara 4 – 20 tahun serta membayar denda 200 juta,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *