banner 1198x899 banner 1198x899

KPw BI Sulut Andry Prasmuko Dorong Jurnalis Ekonomi Lebih Kompeten dan Profesional

 

MANADO–Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) Andry Prasmuko, mendorong jurnalis desk ekonomi semakin kompeten dan profesional dalam bidangnya.

Menjawab kebutuhan tersebut, BI Sulut menyediakan kesempatan dengan melaksankan Kick Off Festival Jurnalistik and Refreshment Wartawan Tahun 2024.

Prasmuko berharap, sebagaimana tema yang diangkat, yakni Konsistensi, Inovasi dan Sinergis dalam Pengendalian Inflasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Menuju Sulut Maju, jurnalis ekonomi akan menjadi mitra strategis BI yang berkualitas. Terutama dalam menyampaikan pemberitaan ekonomi.

“Sebagai mitra strategis BI, jurnalis ekonomi di Sulawesi Utara akan semakin berkualitas dalam menyajikan karyanya,” ucap Prasmuko saat membuka kegiatan di aula Tondano BI Sulut, Kamis (22/02/2024).

Prasmuko juga menyampaikan, melalui kegiatan tersebut, jurnalis ekonomi, akan semakin mengenal, mengetahui dan memahami Kebijakan Bank Indonesia, serta sharing pengalaman dalam penulisan jurnalistik oleh Media Nasional.

“Melalui kesempatan ini, kami ingin mempertajam ilmu jurnalisme melalui sharing pengalaman dan penulisan jurnalistik neo, juga sebagai upaya meningkatkan kompetensi rekan-rekan media,” tukasnya sembari menambahkan Festival Jurnalistik ini akan melombakan karya tulis yang nantinya akan ada reward bagi penulisan terbaik.

“Tidak hanya kumpul-kumpul saja, tetapi ada sesuatu yang menantangmenantang. Karena kegiatan ini sebagai wadah kompetisi bagi rekan media, baik cetak, elektronik maupun online untuk menghasilkan karya jurnalistik terbaik.

Silahkan teman-teman untuk memilih karya jurnalistiknya untuk disampaikan kepada kami dengan waktu lima bulan. Silahkan untuk memilih topiknya,” jelas Prasmuko.

Kesempatan yang sama, BI Sulut menghadirkan Wisnu Nugroho, yang adalah
Pemimpin Redaksi Kompas.com, sekaligus juga dosen di Universitas Mulitmedia Nusantara (UMN), penulis Buku Tetralogi Sisi Lain SBY.
menyampaikan bagaimana masa depan media massa di tengah tantangan banjirnya informasi di platfom media sosial.

“Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran. Karena seorang wartawan harus disiplin, memiliki sikap skeptis, yakni tidak mudah percaya seperti yang dimiliki para peneliti.

Skeptis bukanlah sifat ragu-ragu, skeptis ini, akan membawa wartawan mencari dan memverifikasi kebenaran agar terhindar dari informasi yang tidak penting,” jelasnya sembari mengutip pernyataan Billy Kovack & Tok Rosentiel.

“Bahwa loyalitas pada warga, displin verifikasi, independen, pemantau kekuasaan,
forum kritik dan komentar publik, penting-menarik dan relevan, komprehensif dan proporsional, suara hati nurani serta memberikan hak dan tanggung jawab warga,” tukasnya.

Seorang wartawan, sebutnya, wajib memberikan informasi kepada publik yang berisikan pengetahuan, bukannya memberikan informasi yang menimbulkan kecemasan.

Pada kesempatan ini, turut hadir sebagai pembicara Kepala Divisi Relasi Media Massa & Opinion Maker – Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Syachman Perdymer, dengan materi Kelembagaan Bank Sentral dan pentingnya Komunikasi Bank Indonesia.(tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *