Manadoradarsulut.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) secara resmi melaunching salah satu program unggulanya “Rabu Bacirita Pemilu”, Rabu (13/9). Kegiatan yang dihelat melalui daring secara serentak bersama seluruh jajaran hingga ke tingkat bawah itu, dibuka langsung Ketua KPU Sulut Kenly Poluan bersama Kordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Sulut Awaluddin Umbola.
Ketua KPU Sulut Kenly Poluan mengatakan, program ini merupakan kerja besar KPU, karena akan menghadapi tantangan pada pemilu. Sehingga itu, peran serta seluruh elemen masyarakat sangat penting dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan pesta demokrasi 14 Februari 2024 mendatang. Kata dia, Rabu Bacirita Pemilu ini dimaksudkan kepada seluruh badan ad hoc untuk bekerja secara terorganisir melaksanakan kunjungan ke berbagai lapisan masyarakat.
“Isi dengan diskusi agar pemilih paham dengan apa yang kita kerjakan. Kita juga bisa merekam partisipasi masyarakat se Sulawesi Utara dan pada akhirnya apa yang menjadi tujuan yakni peningkatan partisipasi masyarakat untuk datang memilih di TPS bisa terwujud. Selain itu, output nantinya akan kita evaluasi bersama dalam setiap jenjang waktu yang direncanakan,”kata mantan Anggota Bawaslu Sulut itu.
Poluan menambahkan, KPU menargetkan peningkatan derajat kualitas pemilu di Sulawesi Utara pada pemilu 2024 ini. Ia menegaskan, secara umum demokrasi harus dikerjakan oleh KPU bersama seluruh jajarannya. Distruktur KPU pendidikan pemilih serta kemajuan partisipasi pemilih wajib dilakukan.
“Penigkatan kualitas pemilih, hak pemilih menjadi ketentuan dalam konstitusi dan fasilitasi hak pemilih. Teman-teman mengadakan kunjungan ke pemilih dan siapa yang akan kita kunjungi. Administrasikan, rekam dalam suatu laporan, kita buat pemetaan, dan presentasekan seberapa besar pemilih akan datang ke TPS,”tegas Poluan kepada seluruh jajaran KPU.
Sementara itu, Anggota KPU Sulut Awaluddin Umbola menerangkan kepada PPK dan PPS yang sedang melakukan kunjungan ke masyarakat bahwa program ini sebenarnya sederhana. Dimana di dalamnya kurang lebih ada 5-6 pertanyaan seberapa jauh masyarakat mengetahui terkait kepemiluan. Seperti hari H pencoblosan, apakah akan datang ke TPS, ada berapa jumlah partai politik, berapa jumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan ada berapa daerah pemilihan di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota.
“Informasi umum itu yang akan kita ukur kurang lebih dalam satu bulan ke depan. Karena dalam program ini kita berencana pada saat hari tahapan kampanye, kita akan mengukur seberapa jauh visi kampanye partai politik apakah sudah mengena ke masyarakat atau belum. Sehingga itu teman-teman kita memiliki basis argumentasi data kepada publik, peserta pemilu serta seluruh stakeholder yang berkepentingan di pemilu ini,”ujar Kadiv Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Sulut itu.
Umbola mencontohkan, misalnya nantinya jajaran PPS menemukan hasil bahwa pengetahuan masyarakat terhadap pemilu 2024 mendatang baru diangka 60 persen berdasarkan data yang diperoleh melalui program ini. Dan itu akhirnya menjadikan pekerjaan rumah bagi KPU untuk mensosialisasikan lagi kepada masyarakat luas.
“Itu akan menjadi evaluasi bersama jika beberapa waktu ke depan ini kita temukan presentase masyarakat mengetahui tentang hal-hal berkaitan dengan pemilu masih belum menjadi target kita bersama. Contohnya ada berapa persen masyarakat yang tau berapa jumlah parpol yang akan bertarung pada pemilu 2024 nanti dan seterusnya. Ini akan saya evaluasi setiap bulan bersama teman-teman Kabupaten/Kota,”tandas Anggota Bawaslu Sulut itu.(fjr)
![]()















