banner 1198x899 banner 1198x899

Polimdo dan PT PLN Nusantara UPDK Minahasa Sepakati Kerjasama Optimalisasi Daerah Terpencil di Sulut

 

MANADO–Guna peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan keterampilan energi terbarukan Renewable Energy Skills Development (RESD), Politeknik Negeri Manado (Polimdo) bersama dengan PT PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Minahasa (UPDK Minahasa) menyepakati kerja sama untuk optimalisasi energi terbarukan pada daerah-daerah terpencil di kepulauan Sulawesi Utara dan pengembangan grid system Sulawesi Utara dan Gorontalo.

 

Kerja sama akan dilakukan antara Polimdo dengan PT PLN Nusantara Power UPDK Minahasa merupakan tindak lanjut dari nota kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya pada 26 Oktober 2022 antara Direktur Politeknik Negeri Manado dan Manajer PLN UPDK Minahasa.

 

“Kami ingin meningkatkan keterampilan energi terbarukan Renewable Energy Skills Development (RESD) bagi para mahasiswa dan dosen-kami,” kata Wakil Direktur 1 Bidang Akademik, Polimdo, Dr Tinneke Saroinsong, beberapa waktu lalu.

 

Menurut Tinneke, kerja sama dengan PT PLN Nusantara Power UPDK Minahasa akan mencakup pada sejumlah bidang, di antaranya terkait dengan optimalisasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang telah beroperasi secara hybrid di Pulau Tahuna.

 

Selain itu lingkup kerja sama tersebut juga sampai proses redieselisasi dengan menggunakan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil CPO) atau minyak nabati (Pure Palm Oil PPO) sebagai bahan baku kearifan lokal Sulawesi Utara.

 

Manajer PT PLN Nusantara Power UPDK Minahasa, Andreas Arthur, menyampaikan bahwa pengembangan dan optimalisasi pembangkit energi terbarukan menjadi salah satu langkah nyata bagi PLN untuk menjawab persoalan global terkait emisi gas karbon.

Langkah tersebut sekaligus mewujudkan Indonesia yang bersih dan mandiri energi sehingga Indonesia mampu meningkatkan kapasitas ketahanan energi nasional sesuai dengan prinsip environmental and social governance (ESG).

 

“Rencana kerja sama antara PT PLN Nusantara Power UPDK Minahasa dan Politeknik Negeri Manado ini juga mendukung target pemerintah Indonesia dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060 yang diselaraskan dengan peningkatan kemampuan sumber daya yang mumpuni dalam mengembangkan dan mengelola pembangkit energi baru terbarukan,” kata Andreas.

 

Sebagai perwakilan dari konsorsium pelaksana proyek renewable energy skills development (RESD) yang didukung oleh Pemerintah Swiss, Hugo Sager, mengatakan dengan dukungan hibah peralatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan penguatan kapasitas dosen. “Kami berharap Politeknik Negeri Manado dapat berkontribusi meningkatkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang PLTS dan PLTA di Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya,”jelasnya.

 

Selain di Polimdo katanya,  proyek RESD juga didukung oleh empat politeknik lainnya di Indonesia, yaitu Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Energi dan Mineral Akamigas Cepu, Politeknik Negeri Bali, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang.

 

Kesepakatan kerja sama antara Polimdo dan PT PLN Nusantara Power UPDK Minahasa sendiri meliputi lima bidang, yaitu

 

• optimalisasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang telah beroperasi secara hybrid di pulau Tahuna pada sistem Sangihe;

 

• kolaborasi capstone project untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik dengan menggunakan potensi energi terbarukan di Pulau Siladen, Sulawesi Utara;

• uprating pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Tonsealama dan Tanggari melalui rehabilitasi pola aliran pada Daerah Aliran Sungai Tondano, pelebaran waduk untuk peningkatan asupan bendungan, dan retrofitting rak mesin pembersih;

 

• pemanfaatan debit air outflow PLTA (sisi tailrace) untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH); dan

• redieselisasi dengan menggunakan minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) atau minyak nabati pure palm oil (PPO) sebagai bahan baku kearifan lokal Sulawesi Utara.(tha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *