banner 1198x899 banner 1198x899

Sumare: Program Pembangunan Desa Sesuai Hasil Musrenbang Desa

 

TALAUD – Kepala Desa Bowombaru Tengah, Irvan S. Sumare saat berbincang-bincang dengan Media ini mengatakan, bahwa berkembang dan tidaknya suatu desa itu tergantung inovasi seorang pemimpinnya. Untuk itu, mempercepat laju pembangunan desa diberbagai bidang harus dibarengi dengan niat yang tulus untuk membangun.

 

Ditahun 2023 ini dengan alokasi Dandes sebesar Enam Ratus Juta lebih rupiah, berbagai program utama yang akan dilahirkan dalam menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat. Diantaranya,

– Pembangunan Pagar Keliling SDN Inpres Bowombaru dan Pagar TK/SD Bowombaru, Penambahan Flapon dan Tehel Poskesdes yang merupakan salah satu pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang layak.

– Pembangunan tempat Pembuangan Air Limbah(PAL) di lingkungan warga untuk mencegah pencemaran air limbah. Dimana, sementara teralokasikan sebanyak 5 unit yakni Dusun I Dua Unit, Dusun II Dua Unit, dan Dusun III Satu Unit dan itu sesuai alokasi Dana Desa tahun 2023 ini yaitu Rp. 1,5 juta per unit.

– Pembangunan jalan depan masuk SDN Inpres Bowombaru Tengah.

– Rehabilitasi gedung TK/PAUD dan Pengadaan AP dalam dan Luar sebagai sarana prasarana.

– Pembuatan patok perbatasan wilayah antara Desa Bowombaru dan Desa Bowombaru Utara.

– Penyelesaian pekerjaan pembangunan kantor desa dengan anggaran sekira 30 juta rupiah, yakni pemasangan kaca dan tehel.

– Pembangunan Prasasti sebagai tanda perbatasan di 3 desa di Bowombaru yaitu Desa Bowombaru, Desa Bowombaru  Tengah, dan Desa Bowombaru Utara.

 

Selain itu, ada beberapa juga program pemerintah yang merupakan program rutin setiap tahun yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Desa, yakni;

– Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 48 Keluarga Penerima Manfaat(KPM) dengan anggaran sekira 170 juta rupiah.

– Dana Pendidikan Beasiswa S1 dan S2, yakni 45 juta rupiah per tahun.

– Pemberian Makanan Tambahan Balita termasuk Lansia, Rp. 800. 000 per bulan.

– Anggaran Pokja Bunda TK/PAUD dalam usaha pengurangan Stunting, Rp. 500. 000 per pekan.

 

Diketahui juga, sesuai arahan pemerintah daerah melalui Bupati Talaud, Dr. dr. Elly Engelbert Lasut ME, bahwa menghadapi tahun resesi ini maka setiap desa harus dapat mengolah Kebun Stunting. Dimana, kebun tersebut dapat dikelolah dengan baik yang bertujuan agar desa tersebut tidak terdampak dengan resesi dimaksud.

” Semua program pembangunan desa hasil Musrenbang akan dilaksanakan dengan pengawalan ketat agar hasilnya memuaskan sesuai target,” ucap Kades Sumare kepada media ini.

 

Menurutnya, Pemerintah Desa ini mengembang tugas sebagai pelaksana tugas pemerintah daerah dalam pembangunan desa untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga itu Pemerintah Desa akan menerima semua kebutuhan warga sesuai musyawarah kemufakatan bersama.

“Jadi, suatu kebanggaan jika pemerintah  hadir ditengah masyarakat untuk mendengar aspirasi mereka. Jadi tidak harus membangun sesuatu berdasarkan analogi pemerintah, namun harus sesuai usulan  masyarakat,” ungkap Kades yang baru bertugas satu lebih ini.

 

Ditanya soal Kebun Stunting, Sumare yang dikenal ramah terhadap masyarakatnya mengatakan, soal Kebun Stunting saat ini pihaknya sudah melaksanakan sesuai arahan pak Bupati Talaud. Dimana, masyarakat Desa Bowombaru Tengah sudah mulai menggarap tanah dan bahkan lainnya itu sudah melakukan penanaman umbi-umbian, rica, tomat, dan, sayuran lainnya.

 

” Sebagai pemerintah desa sangat bangga dan apresiasi terhadap masyarakat yang telah mendengar dan langsung membuka lahan perkebunan. Dengan pembukaan lahan perkebunan stunting ini sangat bermanfaat dan berharap tidak terdampak adanya resesi tersebut.(jasman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *